GAYATREND – Menjelang waktu berbuka, suasana di MRT Dukuh Atas dan Taman Literasi Blok M terasa sedikit berbeda. Bukan hanya dipenuhi oleh para pekerja yang bergegas pulang, tapi juga warga yang sengaja datang untuk menikmati pengalaman ngabuburit yang lebih seru.
Di tengah keramaian itu, BCA Digital menghadirkan program #bluBuatBaik Ramadan—sebuah inisiatif yang memadukan keseruan berbagi takjil dengan aktivitas interaktif yang ringan dan relatable.
Bagi banyak orang, ngabuburit identik dengan berburu makanan berbuka. Tapi di sini, pengalaman itu dibuat sedikit berbeda. Pengunjung tidak hanya bisa mendapatkan takjil gratis, tetapi juga diajak ikut dalam aktivitas seru bernama bluMission.
Konsepnya sederhana, tapi cukup bikin penasaran. Peserta diminta menyelesaikan beberapa tantangan ringan yang berkaitan dengan fitur aplikasi blu. Mulai dari mengenal cara menabung, hingga memahami fitur transaksi digital yang sering digunakan sehari-hari.
Menariknya, untuk ikut serta, pengunjung hanya perlu melakukan scan QRIS sebesar Rp1. Nominal yang sangat kecil ini justru menjadi cara praktis untuk memperkenalkan kebiasaan transaksi digital yang kini semakin dekat dengan kehidupan masyarakat urban.
Alih-alih terasa seperti edukasi yang “berat”, pendekatan ini justru terasa seperti permainan singkat di sela waktu ngabuburit. Tidak heran jika banyak anak muda yang tertarik untuk mencoba, apalagi setelah tahu ada takjil yang bisa diklaim setelah menyelesaikan tantangan.
Soal takjil, program ini juga tidak main-main. BCA Digital menggandeng Kopi Kenangan untuk menghadirkan pilihan menu yang kekinian. Mulai dari produk Cerita Roti hingga minuman Kopi Kenangan Botol, semuanya dibagikan untuk menemani waktu berbuka.
Kombinasi antara makanan, aktivitas interaktif, dan suasana ruang publik membuat pengalaman ngabuburit terasa lebih hidup. Tidak sekadar menunggu waktu berbuka, tapi juga menjadi momen untuk mencoba hal baru.
Head of Brand & Communication BCA Digital, Duardi Prihandiko, menyebutkan bahwa program ini memang dirancang agar dekat dengan keseharian masyarakat.
Ramadan, menurutnya, adalah waktu yang tepat untuk menghadirkan pengalaman yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan nilai tambah.
Hal ini terasa dari bagaimana program #bluBuatBaik dikemas. Tidak ada kesan menggurui, melainkan pendekatan santai yang membuat orang belajar tanpa merasa sedang belajar.
Di kota besar seperti Jakarta, di mana waktu sering terasa terbatas, konsep seperti ini menjadi relevan. Aktivitas singkat, interaktif, dan bisa langsung dirasakan manfaatnya menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi generasi muda yang terbiasa dengan hal-hal praktis.
Selain itu, keberadaan kegiatan di ruang publik juga membuatnya lebih inklusif. Siapa saja bisa ikut, tanpa perlu persiapan khusus. Cukup datang, ikut aktivitas, dan menikmati suasana.
Lebih dari sekadar bagi-bagi takjil, program ini menunjukkan bahwa ngabuburit bisa menjadi momen yang lebih bermakna. Ada unsur kebersamaan, pengalaman baru, sekaligus pengetahuan yang bisa dibawa pulang.
Jadi, kalau kamu sedang mencari cara berbeda untuk menghabiskan waktu menjelang berbuka, mungkin aktivitas seperti ini bisa jadi pilihan. Siapa tahu, selain pulang dengan perut kenyang, kamu juga membawa pulang insight baru soal cara mengatur keuangan di era digital.




