GAYA TREND – Setelah merilis foto-foto adegan perdana di media sosial pada Mei lalu dan teaser poster pada pekan sebelumnya, hari ini Mandela Pictures bersama Oceanus Media Global (OMG Studios) memperkenalkan cuplikan pertama film horor misteri terbaru mereka, Bisikan Desa Gringsing.
Melalui video first look berdurasi kurang dari satu menit, penonton diperlihatkan adegan mencekam saat Hesti, yang diperankan oleh Aghniny Haque, untuk pertama kalinya berhadapan dengan Fatimah, karakter misterius yang diperankan oleh Fatmah Nadhi, sosok arwah yang menghantui warga Desa Gringsing. Pada akhir video tersebut, diumumkan pula bahwa Bisikan Desa Gringsing akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 24 September 2026.
Disutradarai oleh Ivander Tedjasukmana, Bisikan Desa Gringsing merupakan hasil kolaborasi produksi internasional antara Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Film ini menjadi film horor Indonesia pertama yang memanfaatkan teknologi Virtual Production (VP), sebuah teknologi yang menghadirkan atmosfer mencekam Desa Gringsing—mulai dari jalanan berkabut, struktur desa yang terasa mengancam, hingga kemunculan visi-visi supernatural—dengan presisi sinematik yang sulit dicapai melalui metode pengambilan gambar konvensional.
Selain itu, Bisikan Desa Gringsing juga menjadi film panjang Indonesia pertama yang menggunakan LED Volumetric Stage berstandar dunia. Teknologi ini memungkinkan para aktor berakting di depan layar LED beresolusi tinggi yang menampilkan lingkungan digital fotorealistis secara real time, menghadirkan pengalaman produksi sekaligus pengalaman sinematik yang baru bagi perfilman horor Indonesia.
“Sebuah kehormatan bagi saya saat dipercaya menangani proyek film yang memanfaatkan teknologi Virtual Production. Bisikan Desa Gringsing menjadi tantangan baru, bukan hanya bagi saya, tetapi juga bagi para aktor dan hampir seluruh tim produksi. Namun, Mandela Pictures dan OMG Studios menjadi tim yang luar biasa. Semua bekerja secara profesional dan mampu mengatasi setiap tantangan dengan sangat baik. Semoga apa yang kami upayakan dapat dirasakan oleh para penonton saat menyaksikan film ini di bioskop nanti,” ujar sutradara Ivander Tedjasukmana.
Bisikan Desa Gringsing mengisahkan Hesti (Aghniny Haque), seorang perempuan yang mencari ayahnya yang hilang. Pencarian tersebut membawanya ke sebuah kampung terpencil bernama Desa Gringsing. Di sana, Hesti terseret ke dalam teror arwah Fatimah (Fatmah Nadhi), sosok yang telah lama menghantui desa tersebut.
“Memerankan Hesti dalam film ini menjadi pengalaman pertama saya bekerja dalam produksi yang menggunakan teknologi Virtual Production. Di satu sisi, proses syuting terasa menyenangkan karena beberapa lokasi dapat diwujudkan dalam satu set. Namun di sisi lain, tantangannya justru hadir dalam bentuk yang berbeda. Saya harus mempelajari teknik dan pendekatan baru dalam berakting, dan pengalaman ini menjadi kesempatan berharga untuk mengeksplorasi kemampuan saya sebagai aktor,” tutur Aghniny Haque, pemeran Hesti.
Film ini dibintangi oleh Aghniny Haque, Surya Saputra, Kiki Narendra, Iskak Khivano, Hesti Putri, Nina Tamam, Fatmah Nadhi, Iyang Darmawan, Akun Gege, dan Mian Tiara.
Saat ini, Bisikan Desa Gringsing tengah memasuki tahap akhir pascaproduksi dan dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 24 September 2026, sebelum kemudian dirilis di Malaysia, Singapura, Turki, dan Azerbaijan.
Ikuti perkembangan terbaru Bisikan Desa Gringsing melalui akun-akun media sosial resminya.



