Entertainment

JAFF Market 2026 Pilih 11 Proyek Film dan 10 IP untuk Dikembangkan ke Layar Lebar

GAYATREND – JAFF Market 2026 Powered by Amar Bank mengumumkan 11 proyek film panjang terpilih melalui program JAFF Future Project (JFP) dan 10 kekayaan intelektual atau intellectual property (IP) dalam JAFF IP Connection (JIPCon).

Kedua program ini menjadi bagian dari JAFF Market 2026 yang akan berlangsung pada 28–30 November 2026 di Yogyakarta. Ajang tersebut mempertemukan sineas, produser, dan pemilik IP dengan calon mitra untuk menjajaki peluang pengembangan cerita, pendanaan, produksi bersama, adaptasi, hingga distribusi film.

Tahun ini, JAFF Market memperluas kolaborasi internasional melalui kemitraan dengan Adelaide Film Festival (AFF) untuk satu proyek film Australia serta Asian Contents Film Market (ACFM) untuk dua IP Korea.

11 Proyek Film Terpilih di JAFF Future Project

JAFF Future Project menghadirkan karya dari sejumlah sineas Indonesia dan internasional, termasuk Boo Junfeng, M. Raihan Halim, dan Sidharta Tata. Program ini juga memberi ruang bagi sutradara perempuan Ninndi Raras dan Dian Tamara yang tengah mempersiapkan debut film panjang.

Proyek terpilih mencakup film fiksi dan animasi dengan beragam tema, mulai dari keluarga, identitas, keyakinan, ingatan, hingga migrasi.

Berikut 11 proyek film yang terpilih:

αLPα (ABSENCE) – Dhiwangkara Seta
Orphaned Atlas – Timoteus Anggawan Kusno
A Quiet Sunshine – Ninndi Raras
Primal – Rein Maychaelson
Pupus: The Orchid of Merapi – Yudhatama Fajar Nugroho
Somewhere Between – Dian Tamara
Slaughterground – Sidharta Tata
Luz and Flor – Glenn Barit
The Smuggler – M. Raihan Halim
Trinity – Boo Junfeng
Wreck and Ruin – Rosie Lourde
Wreck and Ruin menjadi proyek Australia yang berpartisipasi melalui kemitraan JAFF Market dengan Adelaide Film Festival dan mylab. Kolaborasi ini membuka kesempatan bagi sineas Australia untuk terhubung dengan produser Indonesia dan kawasan Asia, sekaligus menjajaki pendanaan dan produksi bersama.

CEO sekaligus Direktur Kreatif Adelaide Film Festival, Mat Kesting, mengatakan kemitraan tersebut memberi kesempatan kepada sineas Australia untuk membangun hubungan dengan jaringan kreatif dan produksi di kawasan Asia sejak tahap pengembangan proyek.

Pendiri mylab, Lorna Tee, juga menekankan pentingnya kolaborasi sejak awal agar visi kreatif sineas dapat berkembang melalui kontribusi para mitra yang tepat.

JAFF IP Connection Pilih 10 Kekayaan Intelektual

Selain proyek film, JAFF IP Connection menghadirkan 10 IP terpilih yang mencakup komik dan animasi. Program ini mempertemukan kreator atau perwakilan IP dengan produser yang mencari materi cerita untuk dikembangkan menjadi film maupun serial.

Enam IP Indonesia yang terpilih adalah:

Komarong, diwakili Gilang Bhagaskara
Mantra, diwakili Sigit Ezra Prayoga
Darah di Atas Salju (Blood Upon the Snow), diwakili Dedy
Lao Sam 1892, diwakili Toni Masdiono
Hati-Hati Ada Dua Hati, diwakili Ario Tamat
Yuuko’s Gloomy Days, diwakili Anwita Citriya
Sementara itu, Disposable Dolly diwakili Ben Liu dari Taiwan dan Cat Rental Company diwakili Maka (Zhou Lishu) dari Hong Kong.

Dua IP Korea yang melengkapi daftar tersebut adalah My Upstairs Neighbors, diwakili Clayhouse Inc., serta Friend Request, diwakili Ryoung Studio. Keduanya hadir melalui kemitraan JAFF Market dengan Asian Contents Film Market.

Kehadiran IP dari Indonesia, Korea, Taiwan, dan Hong Kong memperluas peluang kerja sama lintas negara. Para peserta dapat menjajaki pembahasan mengenai hak adaptasi, pengembangan cerita, serta kemitraan produksi untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Producers Exchange Perluas Peluang Kolaborasi

JAFF Market 2026 juga akan menghadirkan Producers Exchange untuk pertama kalinya. Program ini dirancang sebagai pertemuan terkurasi yang menghubungkan produser dengan tim proyek JFP, perwakilan JIPCon, peserta pameran, dan delegasi industri.

Direktur JAFF Market, Linda Gozali, menyampaikan bahwa kedua program tersebut dirancang agar produser dapat menemukan proyek film yang sedang dikembangkan sekaligus IP orisinal yang berpotensi diadaptasi ke layar.

Menurutnya, pertemuan antara sineas, pemilik IP, dan calon mitra diharapkan dapat berkembang menjadi kolaborasi berkelanjutan, baik dalam pengembangan kreatif, pendanaan, maupun distribusi.

Melalui JAFF Future Project, JAFF IP Connection, dan Producers Exchange, JAFF Market 2026 memperkuat perannya sebagai ruang pertemuan bagi pelaku industri film Indonesia dan internasional.

Selain membuka kesempatan pengembangan proyek, program-program tersebut juga memperluas jaringan kerja sama regional dan mendukung potensi cerita dari Indonesia untuk menjangkau penonton lintas negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *