Entertainment

Sigi Wimala dan Chempa Puteri Tampil di Red Carpet TIFF 2026, Film Desember Jani Siap World Premiere

GAYATREND – Film Indonesia Desember Jani memulai perjalanan internasionalnya di Tokyo International Film Festival (TIFF) 2026. Sigi Wimala, Chempa Puteri, Tutie Kirana, dan Hyori Mika bersama sutradara Ariani Darmawan serta produser Meiske Taurisia tampil di karpet merah festival film bergengsi tersebut di kawasan Hibiya-Ginza, Tokyo, pada Senin (26/10/2026).

Kehadiran para pemain menghadirkan potret kehangatan keluarga lintas generasi yang menjadi inti cerita Desember Jani. Film persembahan Palari Films ini terpilih masuk kompetisi Asian Future TIFF 2026 dan dijadwalkan menggelar penayangan perdana dunia atau World Premiere pada 27 Oktober 2026.

Empat pemeran utama yang hadir mewakili keluarga Jani adalah Tutie Kirana sebagai Oma, Sigi Wimala sebagai Winnie, Chempa Puteri sebagai Jani, dan Hyori Mika sebagai Julia. Mereka membawa kisah tentang hubungan ibu, anak, dan nenek yang menjadi pusat cerita film tersebut ke hadapan publik internasional.

Desember Jani Angkat Kehangatan dan Konflik Keluarga

Sutradara Ariani Darmawan mengungkapkan rasa harunya bisa membawa Desember Jani ke panggung kompetisi Asian Future bersama para pemain yang telah menghidupkan karakter dalam filmnya.

“Saya ingin mengajak penonton di Tokyo International Film Festival untuk masuk ke rumah, ke sebuah mikrokosmos, bahkan ke kamar keempat karakter di film ini, untuk mendengarkan perasaan-perasaan terdalam mereka,” ujar Ariani Darmawan.

Film ini mengisahkan Jani (Chempa Puteri), seorang gadis berusia 13 tahun yang menunggu kepulangan kakaknya, Julia (Hyori Mika), setelah pergi dari rumah tanpa pamit.

Jani menyalahkan ibunya, Winnie (Sigi Wimala), seorang ibu tunggal yang bekerja keras menjadi tulang punggung keluarga sekaligus menyimpan rasa bersalah. Di tengah situasi tersebut, Oma (Tutie Kirana), yang sehari-hari berjualan lumpia, menjadi sosok tempat Jani merasa paling nyaman.

Namun, Jani menyimpan sebuah rahasia. Ia sebenarnya mengetahui bahwa Julia baik-baik saja dan diam-diam masih berkomunikasi dengan kakaknya.

Dalam rentang empat hari di bulan Desember, Jani dihadapkan pada pilihan untuk tetap diam atau mengungkapkan kebenaran. Keputusan tersebut membawa empat perempuan dalam keluarga itu menuju percakapan yang selama ini mereka hindari.

Sigi Wimala Sebut Cerita Desember Jani Dekat dengan Kehidupan

Bagi Sigi Wimala, Desember Jani menghadirkan kisah sederhana yang memiliki kedekatan dengan kehidupan sehari-hari. Film ini mengangkat bahasa cinta atau love language dalam keluarga melalui hubungan antarkarakter yang terasa personal.

“Saat pertama kali menerima cerita ini, saya merasa sangat hangat sekali, karena berbicara mengenai love language dalam sebuah keluarga. Desember Jani merupakan kisah slice of life yang sederhana, tapi kita semua relate karena itu terjadi di kehidupan kita masing-masing, dan semoga kehangatan ceritanya beresonansi ke audiens di Tokyo,” ujar Sigi Wimala.

Melalui kisah empat perempuan dari generasi berbeda, film ini menyoroti perasaan yang kerap sulit diungkapkan dalam keluarga, mulai dari rasa bersalah, kehilangan, hingga kebutuhan untuk saling memahami.

Masuk Kompetisi Asian Future TIFF 2026

Produser Meiske Taurisia menegaskan bahwa keikutsertaan Desember Jani dalam kompetisi Asian Future menjadi langkah penting bagi perjalanan film tersebut di kancah internasional.

Program Asian Future merupakan bagian dari Tokyo International Film Festival yang mendukung sineas Asia dengan memilih film-film panjang karya sutradara yang sedang berkembang, mulai dari film debut hingga karya ketiga. Film-film terpilih berkompetisi untuk memperebutkan penghargaan Asian Future Best Film Award.

“Kompetisi Asian Future adalah ruang kurasi bergengsi bagi sutradara baru dengan visi sinematik yang kuat di Asia. Kehadiran Desember Jani di panggung ini mengukuhkan bahwa narasi lokal yang jujur dan menyentuh memiliki daya pikat universal. Ini adalah langkah awal yang indah sebelum film ini akhirnya pulang menemui penontonnya di Indonesia,” ungkap Meiske Taurisia.

Partisipasi ini juga menambah perjalanan Palari Films di festival internasional, setelah sebelumnya membawa Monster Pabrik Rambut ke Berlinale 2026.

Jadwal Pemutaran Desember Jani di Tokyo

Setelah tampil di karpet merah TIFF 2026, Desember Jani dijadwalkan menjalani dua pemutaran di Tokyo. Penayangan perdana dunia berlangsung pada Selasa, 27 Oktober 2026, pukul 17.10 waktu setempat, dilanjutkan pemutaran kedua pada Kamis, 29 Oktober 2026, pukul 13.30 waktu setempat.

Tokyo International Film Festival tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-39 dan berlangsung di kawasan Hibiya-Ginza, Tokyo. Festival ini menjadi salah satu panggung internasional bagi film-film dari berbagai negara untuk menjangkau penonton dan pelaku industri perfilman dunia.

Setelah mengikuti rangkaian festival di Jepang, Desember Jani dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 10 Desember 2026.

Film ini disutradarai Ariani Darmawan, ditulis oleh Cyntha Hariadi, serta diproduseri Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy. Luna Maya turut terlibat sebagai produser eksekutif.

Dibintangi Chempa Puteri, Sigi Wimala, Tutie Kirana, dan Hyori Mika, Desember Jani menawarkan kisah keluarga yang hangat sekaligus mengajak penonton memahami perasaan yang sering kali sulit disampaikan kepada orang-orang terdekat.

Informasi lengkap mengenai film ini dapat diakses melalui situs resmi Palari Films di https://www.palarifilms.com/desemberjani.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *