Megapolitan

ICFA Hadirkan Kampanye Telur Baik di Mall Kelapa Gading

GAYATREND – Indonesian Cage-free Association (ICFA) kembali menggelar kampanye edukasi Telur Baik untuk memperkenalkan telur ayam bebas sangkar kepada masyarakat. Kali ini, kegiatan tersebut hadir di Farmers Market Mal Kelapa Gading (MKG), Jakarta, pada 22 Oktober hingga 1 November 2026.

Melalui aktivasi ini, ICFA mengajak konsumen mengenal lebih dekat perjalanan telur ayam bebas sangkar, mulai dari proses pemeliharaan ayam di peternakan hingga menjadi pilihan bahan pangan untuk keluarga.

Pengunjung Farmers Market MKG dapat mengenal produk telur bebas sangkar dari tiga peternak anggota ICFA sekaligus mendapatkan informasi mengenai sistem pemeliharaan ayam. Konsumen juga berkesempatan menikmati harga khusus untuk pembelian dua kemasan telur bebas sangkar dari merek yang tersedia.

Menariknya, kegiatan ini turut menghadirkan Kids Corner yang menyediakan aktivitas mewarnai bagi anak-anak. Dengan begitu, orang tua dapat mengikuti edukasi seputar telur bebas sangkar, sementara anak-anak menikmati kegiatan yang menyenangkan.

Penjualan Telur Bebas Sangkar Meningkat

Aktivasi di Farmers Market MKG merupakan bagian dari rangkaian Kampanye Telur Baik yang sebelumnya berlangsung di Farmers Market MargoCity Mall, Depok, pada 24 September hingga 4 Oktober 2026, serta Ranch Market Pondok Indah Mall 5 pada 8-18 Oktober 2026.

Kampanye tersebut mencatat peningkatan penjualan telur ayam bebas sangkar dibandingkan periode normal. Penjualan di Farmers Market MargoCity Mall meningkat hingga 1.640 persen, sedangkan di Ranch Market PIM 5 mencapai 2.075 persen.

Ketua ICFA, Kristina Yolanda, mengatakan bahwa kampanye ini menjadi salah satu upaya untuk memperluas pengenalan telur ayam bebas sangkar agar semakin mudah dijangkau konsumen.

“Kami ingin telur ayam bebas sangkar bisa hadir di banyak peritel dan ikut menjadi pilihan para ibu saat memilih menu makan sehari-hari. Pertemuan dengan konsumen saat aktivasi Telur Baik menjadi kesempatan bagi kami untuk menjelaskan dan mengedukasi tentang telur ayam bebas sangkar kepada mereka,” jelas Kristina Yolanda.

Sebagai bagian dari rangkaian edukasi tersebut, ICFA juga mengadakan media gathering bertajuk Telur Baik: From Farm to Table pada 29 Oktober 2026 di Pizza Marzano, Mall Kelapa Gading.

Acara ini mempertemukan media dengan pihak asosiasi dan peternak untuk memberikan pemahaman mengenai telur ayam bebas sangkar, termasuk proses produksi dan sistem pemeliharaan ayam. Setelah diskusi, para jurnalis diajak mengunjungi booth aktivasi Telur Baik di Farmers Market.

Menurut Kristina, penting bagi konsumen untuk memahami proses di balik produk telur yang dikonsumsi sehari-hari.

“Dalam perjalanan telur ‘From Farm to Table’, ada keputusan yang dibuat di peternakan sampai akhirnya tersedia telur ayam bebas sangkar di meja makan. Kami mengundang masyarakat untuk melihatnya secara keseluruhan: siapa peternaknya, bagaimana ayam dipelihara, dan informasi apa yang bisa menjadi pertimbangan mereka. Harapannya, masyarakat mendapat gambaran yang jelas saat memilih telur untuk konsumsi keluarga,” ungkapnya.

Kenali Tiga Peternak Lokal Anggota ICFA

Dalam sistem pemeliharaan bebas sangkar atau cage-free, ayam tidak ditempatkan di kandang baterai. Ayam memiliki ruang untuk bergerak dan melakukan perilaku alaminya, seperti bertengger, mengais, mandi debu, serta bertelur di kotak sarang.

Sementara itu, sistem free-range memberikan akses tambahan bagi ayam untuk beraktivitas di area luar kandang.

Melalui aktivasi Telur Baik, konsumen dapat mengenal tiga peternak anggota ICFA dengan karakteristik produk yang berbeda. Ketiganya telah memperoleh sertifikasi Certified Humane, yakni sertifikasi internasional yang memastikan pemeliharaan hewan memenuhi standar kesejahteraan hewan yang ditetapkan.

Salah satunya adalah PT Inti Prima Satwa Sejahtera (IPSS) yang menghadirkan telur bebas sangkar merek Nava, house brand dari Ranch Market. Telur cage-free tersebut dihasilkan dari ayam yang mendapatkan pakan dengan sumber protein nabati.

Perwakilan PT Inti Prima Satwa Sejahtera, Roby, menjelaskan bahwa kualitas telur tidak hanya berkaitan dengan ukuran dan harga, tetapi juga proses pemeliharaan ayam serta kualitas pakannya.

“Biasanya saat membeli telur, konsumen lebih banyak melihat ukuran atau harganya. Padahal, ada cerita tentang bagaimana ayam dipelihara secara alami dapat menghasilkan telur yang sehat dan berkualitas, tidak lepas dari kualitas makanan ternak yang terbaik dan juga peran peternak dalam berinteraksi dengan sang ayam,” kata Roby.

Peternak berikutnya, CV Gemilang Farm, memperkenalkan Happy Eggs (Free-range), yaitu telur yang dihasilkan dari ayam dengan akses ke area luar kandang. Produk ini juga memiliki nilai tambah berupa kandungan omega-3.

Sementara itu, PT Girijaya Budiman Agro menghadirkan Tamago Egg yang diproduksi melalui sistem peternakan ayam free-range. Produk tersebut memiliki klaim kandungan vitamin D lebih tinggi.

Perwakilan PT Girijaya Budiman Agro, Bryan, menjelaskan bahwa sistem pemeliharaan free-range memungkinkan ayam mendapatkan akses ke area terbuka untuk berjemur dan mencari tambahan pakan alami.

“Kami senang dapat terlibat dalam aktivasi Telur Baik, karena bisa menjelaskan kepada konsumen bahwa Tamago Egg berasal dari ayam yang dipelihara secara free-range sehingga memiliki akses ke area terbuka untuk berjemur dan mencari pakan alami tambahan. Paparan sinar matahari meningkatkan kandungan vitamin D pada telur, sementara pakan tambahan seperti daun kemangi dan daun pepaya menjadi sumber antioksidan alami bagi ayam. Semoga setelah berkunjung, orang punya gambaran yang lebih jelas tentang pilihannya,” ujar Bryan.

Peritel Dukung Edukasi Telur Bebas Sangkar

Sebagai mitra ritel, Farmers Market turut mendukung kampanye Telur Baik untuk memperkenalkan pilihan telur ayam bebas sangkar kepada pelanggan.

Store Manager Farmers Market MKG, Januardi, menyampaikan bahwa edukasi langsung melalui aktivasi di area belanja dapat membantu konsumen mengenal produk sekaligus mendorong minat untuk mencobanya.

“Dengan adanya aktivasi seperti ini, pelanggan Farmers Market bisa mendapat edukasi langsung tentang pilihan telur yang tersedia dan tertarik untuk mencobanya. Kami harap kegiatan ini membuat telur ayam bebas sangkar semakin dikenal dan menjadi salah satu pilihan pelanggan saat berbelanja, sehingga penjualannya dapat meningkat,” ujar Januardi.

Didirikan pada Mei 2024, ICFA merupakan wadah bagi peternak ayam petelur bebas sangkar di berbagai wilayah Indonesia. Organisasi ini juga memberikan pendampingan dan dukungan teknis melalui kerja sama dengan Global Food Partners.

Ke depannya, ICFA berupaya memperluas kolaborasi dengan peritel dan pelaku usaha agar telur ayam bebas sangkar semakin dikenal masyarakat serta memiliki akses pasar yang lebih luas di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *