GAYATREND – Penyanyi sekaligus penulis lagu asal Jakarta, GANGGA atau Gangga Kusuma, kembali menyapa pendengar lewat karya terbarunya bertajuk 5 Hours Apart, 2017. EP yang berisi tiga lagu ini mengeksplorasi perjalanan emosional tentang cinta, pengkhianatan, kehilangan, hingga kerinduan terhadap seseorang yang tak lagi bisa ditemui.
Dirilis pada 26 Oktober 2026, EP ini menjadi babak baru dalam rangkaian perjalanan menuju album kedua GANGGA. Melalui rilisan tersebut, ia menghadirkan cerita tentang hubungan yang telah berlalu, tetapi meninggalkan kenangan dan perasaan yang sulit dilupakan.
“Moonlight” dipilih sebagai focus track dalam EP ini. Lagu tersebut sekaligus menjadi rilisan terbaru GANGGA setelah single “SHE” yang diluncurkan pada 14 November 2025.
Secara keseluruhan, 5 Hours Apart, 2017 membawa pendengar menyusuri tiga fase emosional. Ceritanya dimulai dari pengkhianatan dan rasa sakit akibat ditinggalkan, kemudian berlanjut pada duka serta penyesalan setelah kehilangan seseorang yang dicintai, hingga kerinduan mendalam untuk bisa bertemu kembali.
“Di suatu tempat di masa lampau, lagu itu masih terus berputar, suaranya telah lama tiada,” ujar GANGGA, menggambarkan nuansa emosional yang menjadi benang merah EP terbarunya.
Dalam proses produksinya, GANGGA menggandeng produser Spathies yang berbasis di Los Angeles untuk menggarap dua lagu, sementara satu lagu lainnya dikerjakan bersama Will Mara.
Menariknya, EP ini juga memiliki keterkaitan dengan album GANGGA sebelumnya melalui lagu “Blue Jeans” dan “Whiskey Bottle”. Keterhubungan tersebut menjadi bagian dari kesinambungan cerita dan emosi yang selama ini dibangun dalam karya musiknya.
Tiga Lagu, Tiga Kisah Emosional
Lagu pertama, “Dear April”, mengisahkan seseorang yang merasa telah memberikan segalanya dalam sebuah hubungan, tetapi pada akhirnya tetap harus menerima kenyataan bahwa dirinya ditinggalkan.
Sosok April dalam lagu ini menjadi simbol cinta sekaligus harapan. Meski pengalaman pahit membuatnya terluka, sang narator masih menyimpan keinginan untuk kembali percaya dan menemukan keberanian untuk mencintai seseorang lagi.
Berbeda dengan lagu sebelumnya, “I Will” menghadirkan cerita yang lebih personal tentang kehilangan seseorang yang telah meninggal dunia.
Lagu ini menggambarkan kerinduan untuk kembali berbicara dengan orang yang dicintai, sekaligus penyesalan atas berbagai hal yang mungkin belum sempat dilakukan. Ada keinginan untuk bisa menyelamatkan, menjaga, atau memperlakukan orang tersebut dengan lebih baik ketika kesempatan itu masih ada.
Sementara itu, “Moonlight” menjadi focus track yang merangkum kerinduan dalam sebuah pertemuan yang terasa seperti mimpi. Lagu ini memadukan kenangan tentang hubungan yang pernah terjalin dengan harapan untuk bisa bertemu sekali lagi di bawah sinar bulan.
Visual Dokumenter yang Memperkuat Cerita
Tidak hanya melalui musik, 5 Hours Apart, 2017 juga menghadirkan pendekatan visual bergaya dokumenter yang intim.
Potret, ruang-ruang sunyi, hingga benda-benda yang rusak menjadi elemen visual yang menggambarkan jejak emosi, kerentanan, serta keterikatan terhadap kenangan yang belum sepenuhnya terselesaikan.
Melalui tiga lagu dalam EP ini, GANGGA seolah mengajak pendengar memahami bahwa tidak semua kisah cinta harus berakhir dengan pertemuan kembali. Ada perasaan yang tetap bertahan meskipun hubungan telah usai dan seseorang yang dicintai tak lagi bisa kembali.
EP 5 Hours Apart, 2017 telah dirilis pada 26 Oktober 2026 dan dapat didengarkan melalui berbagai platform streaming digital.




