GAYA TREND – Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI) Universitas Indonesia pada hari ini (27/10) menyelenggarakan International Seminar bertemakan From Breakdown to Breakthrough: Fixing What’s Broken with Systems Thinking. Seminar yang terbuka bagi kalangan mahasiswa S1 dan S2 serta kalangan umum ini telah dihadiri oleh sekitar 100 peserta.
Bertempat di Gedung Balai Sidang UI di Depok, seminar ini dibuka dengan Keynote Speech yang disampaikan oleh Hariyanto Salim, Director of PT Api International Indonesia.
Adapun seminar ini turut menghadirkan tiga (3) pembicara tamu, yaitu:
▪ Prof. Akhmad Hidayatno, Professor and Head of System Engineering Modelling &
Simulation Laboratory UI.
▪ Devy Yheanne, Communications & Public Affairs Consultant and Guest Lecturer.
▪ Maria Trifanny F., Head of Sustainability at PT Bank Maybank Indonesia Tbk.
Melalui seminar ini, peserta diharapkan dapat memperoleh pemahaman mendasar tentang Systems Thinking dan implementasinya di dunia kerja saat ini. Peserta juga diharapkan mendapatkan penjelasan tentang proses untuk memperbaiki sesuatu dengan menggunakan System Thinking dan mengetahui perbedaannya dengan pendekatan konvensional.
Kegiatan seminar ini merupakan bagian dari rangkaian program Industrial and Systems
Engineering Competition (ISEEC) yang ke-25. ISEEC merupakan kompetisi tahunan yang
diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI) Universitas Indonesia sejak tahun 2000.
Sebagai salah satu ajang kompetisi ilmiah teknik industri yang paling bergengsi, ISEEC
menyelenggarakan beberapa tahapan yang memiliki berbagai poin penting untuk penilaian. Peserta akan mengikuti serangkaian kompetisi mulai dari Mini Case Competition, Business Case Competition, Workshop, Grand Opening & Seminar, dan diakhiri dengan Grand Closing & Talkshow.
ISEEC bertujuan untuk menjadi platform internasional bagi para pesertanya dari beragam latar belakang akademis untuk mendapatkan wawasan baru dan menerapkan pengetahuan mereka pada isu-isu aktual yang dihadapi industri saat ini. Di saat yang sama, ISEEC berupaya memperkenalkan kompetensi inti Teknik Industri kepada khalayak yang lebih luas, menunjukkan relevansinya dalam memecahkan tantangan kompleks saat ini.
Salah satu narasumber dalam seminar tersebut, Devy Yheanne selaku konsultan independen dan pakar Communications & Public Affairs menambahkan, “Saya merasa gembira dapat berkesempatan untuk berbagi pengalaman profesional saya dalam tata kelola kolaboratif (collaborative governance) dan memberikan gambaran umum tentang tata kelola kolaboratif dari perspektif bisnis. Sekaligus menjelajahi peran Corporate Communications & Public Affairs dalam mengelola tata kelola kolaboratif dan berbagi studi kasus yang relevan.”
Irdina Nafisa Fawaz selaku Project Officer dari ISEEC ke-25 menyatakan, “Kami berharap seminar ISEEC bisa jadi ajang yang membuka kerangka berpikir (mindset) mahasiswa untuk lebih peka terhadap isu keberlanjutan sekaligus memotivasi kita agar dapat terus berinovasi dan berkontribusi nyata bagi masa depan industri.”




