GAYATREND – Tax Payer Community sukses menyelenggarakan Tax Payer Conference 2026 yang dirangkai dengan Seminar Nasional bertema “Pajak Adil, Data Akurat, Kepatuhan Tumbuh, Indonesia Berkah” di Swiss-Belresidences Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (15/7/2026). Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, organisasi masyarakat, dan media dalam memperkuat ekosistem perpajakan nasional.
Konferensi yang sekaligus memperingati Hari Pajak Nasional dan HUT ke-20 PajakOnline (2006–2026) menghadirkan Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Inge Diana Rismawanti serta Ketua Dewan Pembina Tax Payer Community Arfan sebagai keynote speaker. Adapun Ketua ICMI Muda Jakarta Dr. Dirgantara Wicaksono dan Ketua Tax Payer Community Abdul Koni tampil sebagai pembicara.
Acara dihadiri ratusan peserta yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari perwakilan Direktorat Jenderal Pajak, pelaku usaha, UMKM, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), Perpina, Pandu Tani Indonesia (PATANI), OK OCE, ALKI, IWTL, Asperindo, Perhimpunan INTI, hingga insan media.
Ketua Tax Payer Community Abdul Koni mengatakan penyelenggaraan Tax Payer Conference merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk menghadirkan ruang dialog yang konstruktif antara pemerintah dan masyarakat.
“Melalui forum ini kami ingin membangun kesadaran bahwa pajak bukan hanya kewajiban, tetapi juga bentuk gotong royong untuk membiayai pembangunan. Sistem perpajakan yang adil dan transparan akan meningkatkan kepercayaan masyarakat serta mendorong kepatuhan secara sukarela,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Inge Diana Rismawanti mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama meningkatkan literasi perpajakan di tengah transformasi digital melalui implementasi Coretax.
Menurut Inge, keberhasilan reformasi perpajakan tidak hanya bergantung pada kesiapan teknologi, tetapi juga pada pemahaman masyarakat mengenai fungsi pajak dan pemanfaatan layanan digital yang disediakan pemerintah.
“Kami ingin masyarakat memahami apa itu pajak, manfaatnya, apa itu Coretax, serta bagaimana menjadi wajib pajak yang baik,” katanya.
Selain seminar nasional, Tax Payer Conference 2026 juga menjadi ajang mempererat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi profesi, dan komunitas dalam mendukung terciptanya sistem perpajakan yang berkeadilan, berbasis data yang akurat, serta memiliki tata kelola yang transparan dan akuntabel.
Tax Payer Community berharap konferensi ini dapat menjadi agenda tahunan yang menghasilkan gagasan dan rekomendasi bagi penguatan kebijakan perpajakan nasional. Melalui kolaborasi yang semakin erat, kepatuhan pajak diharapkan terus meningkat sehingga penerimaan negara mampu mendukung pemerataan pembangunan dan mewujudkan Indonesia yang maju serta sejahtera.




