Tekno

Anker eufy E10 Hadirkan Solusi Praktis untuk Ibu Menyusui yang Aktif

GAYATREND – Menjalani rutinitas pekerjaan sekaligus mempertahankan pemberian air susu ibu (ASI) menjadi tantangan tersendiri bagi banyak ibu bekerja. Keterbatasan waktu, mobilitas tinggi, hingga kebutuhan menemukan ruang yang nyaman untuk memerah ASI membuat perangkat pendukung laktasi semakin dibutuhkan.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan Indonesia mencapai 56,63% pada 2025, meningkat dari 56,42% pada 2024. Angka ini menunjukkan keterlibatan perempuan dalam aktivitas ekonomi yang semakin besar, sekaligus menyoroti pentingnya dukungan agar ibu dapat menjalankan pekerjaan dan pengasuhan secara beriringan.

Melihat kebutuhan tersebut, Anker menghadirkan Anker eufy E10, pompa ASI elektrik pintar dengan desain wearable hands-free yang memungkinkan ibu memerah ASI tanpa harus terus memegang perangkat.

Produk ini dilengkapi teknologi OptiRhythm, pengaturan melalui aplikasi eufy Baby, serta daya hisap hingga 300 mmHg. Kombinasi tersebut dirancang untuk memberikan fleksibilitas bagi ibu dalam menyesuaikan proses pumping dengan kebutuhan dan kenyamanan masing-masing.

“Kami memahami bahwa banyak ibu ingin tetap memberikan ASI kepada buah hatinya meskipun memiliki rutinitas yang padat. Tantangannya bukan hanya menemukan waktu untuk pumping, tetapi juga memastikan proses tersebut dapat dilakukan dengan nyaman dan praktis,” ujar Flame Xia, Country Director Anker Innovations Indonesia.

Salah satu fitur yang ditawarkan Anker eufy E10 adalah teknologi OptiRhythm yang terintegrasi dengan aplikasi eufy Baby. Melalui smartphone, pengguna dapat mengatur ritme pumping, kekuatan hisapan, dan kecepatan siklus sesuai preferensi.

Fitur ini memberikan keleluasaan bagi ibu untuk menyesuaikan pengaturan berdasarkan respons tubuh dan tingkat kenyamanan selama memerah ASI.

Kebutuhan pumping setiap ibu dapat berbeda. Karena itu, kemampuan menyesuaikan intensitas hisapan dan ritme menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam penggunaan pompa ASI elektrik.

Dari sisi performa, E10 memiliki daya hisap hingga 300 mmHg yang oleh produsennya dikategorikan sebagai hospital-grade suction. Meski demikian, daya hisap maksimum tidak selalu harus digunakan dalam setiap sesi. Ibu tetap disarankan memilih pengaturan yang nyaman dan tidak menimbulkan rasa sakit.

“Kami percaya bahwa pengalaman pumping seharusnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan setiap ibu. Teknologi OptiRhythm memungkinkan pengguna memiliki kontrol lebih besar terhadap ritme dan kekuatan hisapan, sehingga proses memerah ASI dapat dilakukan dengan pendekatan yang lebih personal,” kata Flame.

Selain fitur pengaturan pintar, Anker eufy E10 mengusung desain ringkas yang dapat ditempatkan di dalam bra. Desain hands-free memungkinkan ibu memiliki keleluasaan lebih besar untuk melakukan aktivitas ringan selama proses pumping tanpa harus terus memegang perangkat.

Kenyamanan penggunaan turut didukung sudut desain ergonomis 105 derajat dan material silikon lembut yang dirancang mengikuti bentuk payudara.

Untuk mendukung penggunaan di berbagai situasi, perangkat ini beroperasi dengan tingkat kebisingan sekitar 46 desibel (dB). Pengoperasian yang relatif senyap memberikan alternatif bagi ibu yang ingin memerah ASI di ruang laktasi kantor, di rumah, maupun ketika bepergian.

E10 juga dilengkapi fitur double seal dan bagian bawah yang diperkuat untuk membantu mengurangi risiko kebocoran. Fitur tersebut menjadi salah satu pertimbangan bagi ibu yang membutuhkan pompa ASI portabel untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Dari sisi daya, baterainya diklaim mampu mendukung sekitar empat hingga enam sesi pumping dalam sekali pengisian, bergantung pada pengaturan dan durasi penggunaan. Anker turut menyediakan tas penyimpanan untuk memudahkan perangkat dibawa saat bekerja atau bepergian.

Perawatan perangkat juga dirancang lebih praktis. E10 memiliki empat komponen yang perlu dilepas dan dibersihkan. Komponen yang bersentuhan dengan ASI maupun kulit menggunakan material food-grade dan bebas BPA.

Kebutuhan perangkat pendukung laktasi berkaitan erat dengan pentingnya keberlanjutan pemberian ASI. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi, kemudian dilanjutkan hingga usia dua tahun atau lebih dengan makanan pendamping yang sesuai.

ASI menyediakan nutrisi dan antibodi yang membantu mendukung pertumbuhan serta melindungi bayi dari berbagai infeksi. Pemberian ASI juga berkaitan dengan manfaat kesehatan bagi ibu, termasuk penurunan risiko kanker payudara dan ovarium.

Bagi ibu yang kembali bekerja atau memiliki mobilitas tinggi, mempertahankan rutinitas pemberian ASI membutuhkan perencanaan tambahan. Ketersediaan waktu, tempat yang nyaman, serta perangkat yang mudah digunakan dan dibersihkan menjadi sejumlah faktor penting.

Melalui E10, Anker berupaya menghadirkan dukungan teknologi yang memberikan fleksibilitas tambahan bagi ibu menyusui, terutama ketika tidak dapat bersama bayinya sepanjang hari.

“Melalui E10, kami ingin menunjukkan bahwa teknologi dapat memberikan dukungan nyata bagi ibu menyusui. Bukan untuk menggantikan proses menyusui secara langsung, melainkan memberikan fleksibilitas tambahan ketika ibu harus bekerja, bepergian, atau menjalani aktivitas lainnya,” jelas Flame.

Anker eufy E10 kini tersedia melalui kanal penjualan online resmi Anker eufy Indonesia, termasuk Shopee, TikTok Shop, Tokopedia, dan Blibli.com.

Dengan fitur OptiRhythm, kontrol melalui aplikasi eufy Baby, daya hisap hingga 300 mmHg, desain wearable hands-free, serta baterai yang mendukung empat hingga enam sesi pumping, perangkat ini ditawarkan dengan harga di kisaran Rp1 jutaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *