GAYATREND.com – Bawang merah termasuk sayuran, yang sepertinya menjadi bumbu dasar di hampir setiap masakan. Dibalik rasa dan aromanya yang tajam, bawang merah mampu menjadi solusi berbagai penyakit. Mulai dari kolesterol, jantung, diabetes, gangguan pernapasan, hingga mengatasi sembelit. Bahkan untuk mendapatkan manfaat bawang merah ini Anda bisa memakannya mentah-mentah.
Dengan banyaknya manfaat dan harga bawang merah yang sering berfluktuasi di pasaran, menjadi salah satu alasan seseorang ingin menanam bawang merah sendiri di rumah. Jika Anda salah satunya, Anda harus tahu cara menanam bawang merah sebelum mulai mencoba menanamnya, meskipun baru pertama kali mencobanya tentu tidak akan gagal jika Anda menanamnya dengan benar.
Siapkan Alat dan Bahan
Sebelum menanam, siapkan beberapa alat dan bahan untuk menanam bawang merah, seperti tanah, kompos, sekop, bawang beberapa bibit, pot, penyiraman tanaman, dan tali. Menanam bawang dari umbi bawang kecil lebih andal dan lebih mudah tumbuh daripada menanamnya dari biji atau biji.
Perhatikan Iklim dan Tanah
Bawang merah menyukai matahari, jadi Anda harus menanamnya di tempat yang mendapat banyak sinar matahari sepanjang hari. Mereka tumbuh di hampir semua jenis tanah kecuali tanah liat padat. Anda juga bisa menambahkan pupuk untuk memberi nutrisi tambahan pada bawang agar tumbuh lebih besar.
Siapkan Tanah untuk Menanam
Bersihkan tanah dari batu dan gula, sambil mengendurkannya. Campurkan setengah atau sekantong kompos ke dalam tanah, aduk hingga rata. Kemudian masukkan tanah sebanyak 1/2 pot.
Pilih Bibit Bawang Merah yang Bagus
Pilih bibit bawang merah yang bagus. Bawang merah yang cocok untuk benih adalah yang sudah tua, merah segar dan tidak menghitam. Potong ujung bawang merah sedikit saja. Jika ada daun bawang, jangan dipotong. Pastikan Anda memilih biji dari bawang merah yang benar-benar tua. Bawang merah yang sudah tua memiliki ciri fisik yang agak kering dan terkadang memiliki beberapa helai daun yang muncul.
Mulai Menanam
Tempatkan beberapa siung bawang merah tua di dalam panci. Tanam bawang merah sedalam 5 sampai 7 cm ke dalam tanah, kemudian timbun kembali dengan tanah. Jangan menekan ke bawah saat menanam, dan pastikan bawang mengarah ke atas atau daun bawang hijau beberapa milimeter di atas tanah.
Jika Anda tidak menanamnya di dalam pot, atau langsung menanamnya di pekarangan Anda, Anda bisa memetakan garis lurus di tanah dengan tali, dari ujung ke ujung. Ambil ujung sekop dan buat lubang sedalam 3 cm, dan beri jarak lubang masing-masing 10 cm untuk tempat benih bawang merah.
Siram Benihnya
Jika disiram dengan air yang banyak, dikhawatirkan benih akan membusuk dan gagal tumbuh. Siram bawang merah setiap pagi dan sore dengan intensitas air yang cukup, setidaknya sampai tanah terlihat lembab. Jangan biarkan ada air yang tergenang di dalam pot.
Pantau Perkembangannya
Tunggu hingga tunas hijau berkembang setelah beberapa hari menanam bawang di tanah, sekitar satu hingga dua minggu. Ini adalah waktu untuk perkecambahan bawang. Ketika bawang telah berkecambah, perhatikan batangnya mulai tumbuh dan muncul ke permukaan tanah. Bawang merah biasanya dapat dipanen setelah 60-90 hari.
Bawang merah yang siap dipanen biasanya menunjukkan kondisi daun yang mulai layu dan agak kering. Anda dapat memanennya dengan mencabutnya sampai ke akarnya atau dengan menggali sedikit tanah sampai Anda melihat bawangnya, untuk memastikan tidak ada bawang yang tersisa di tanah




