Health Lifestyle

Stress Oksidatif Dapat Picu Masalah Kesehatan

GAYATREND.com – Di masa sekarang ini kebanyakkan orang tentu mengalami stress karena memikirkan banyak masalah seperti timbulnya virus berbahaya seperti Covid-19, Hepatitis dan lainnya.

Tentu kebanyakkan orang juga membutuhkan oksidasi atau proses yang normal yang diperlukan tubuh. Karena Oksidasi sendiri adalah interaksi antara molekul oksigen dan semua zat yang berbeda.

Maka dari itu, stres oksidatif merupakan suatu kondisi yang terjadi karena adanya ketidakseimbangan antara produksi radikal bebas dengan sistem pertahanan antioksidan di dalam tubuh

Namun, stres oksidatif bisa jadi berbahaya dan menimbulkan masalah kesehatan. Kondisi stress oksidasi ini bahkan dapat terjadi ketika radikal bebas dan antioksidan dalam tubuh tidak seimbang, sehingga lama-kelamaan merusak jaringan lemak, DNA, dan protein dalam tubuh.

Merangkum dari Halodoc, Senin (06/06/2022) Stres oksidatif ternyata juga dapat memicu berbagai masalah kesehatan, seperti:

1. Peradangan Kronis

Radikal bebas dapat merusak sel-sel sehat, yang menyebabkan peradangan. Dalam keadaan normal, peradangan hilang setelah sistem kekebalan menghilangkan infeksi atau memperbaiki jaringan yang rusak.

Namun, kondisi ini bisa menyebabkan peradangan kronis. Kondisi ini dapat menyebabkan beberapa kondisi, termasuk diabetes, penyakit kardiovaskular, dan radang sendi.

2. Penyakit Neurodegeneratif

Efek stres oksidatif dapat berkontribusi pada beberapa kondisi neurodegeneratif, seperti penyakit Alzheimer dan penyakit Parkinson. Selama kondisi ini, radikal bebas berlebih dapat merusak struktur di dalam sel otak dan bahkan menyebabkan kematian sel, yang dapat meningkatkan risiko penyakit Parkinson.

3. Peningkatan Risiko Kanker

Seperti dikatakan di awal, kondisi ini dapat merusak berbagai jaringan dalam tubuh, termasuk jaringan lemak, DNA, dan protein. Kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko kanker.

4. Penuaan Dini

Tingginya kadar radikal bebas dalam tubuh ketika mengalami stres oksidatif juga dapat berkontribusi terhadap penuaan dini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *