GAYATREND.com – Di tengah derasnya arus distraksi digital, seorang remaja berusia 16 tahun dari Pavlodar, Kazakhstan, mencuri perhatian dengan inovasi terbarunya. Igor Martynyuk, pengembang mandiri sekaligus pendiri TabAI, menciptakan ekstensi Chrome yang dirancang untuk membantu pengguna tetap fokus, mengelola tab browser, dan menyingkirkan gangguan digital.
“TabAI ibarat ninja produktivitas yang tinggal di bilah tab Anda,” ujar Igor.
Ide ini lahir dari pengalamannya sendiri yang kerap tenggelam dalam tumpukan tab dan gangguan online saat bekerja.
TabAI menawarkan berbagai fitur seperti Pomodoro timer, pemblokir distraksi, pengelompokan tab, serta analitik perilaku pengguna dalam tampilan antarmuka yang sederhana dan intuitif. Solusi ini, kata Igor, membantu pekerja digital, pelajar, dan pembangun startup menciptakan struktur kerja langsung di browser — tempat aktivitas mereka sebenarnya berlangsung.
Saat ini, Igor tengah mengikuti program inkubasi Nfactorial dan menetapkan target ambisius: menarik 10.000 pengguna.
“Target ini bukan garis akhir, tapi awal dari sesuatu yang lebih besar,” ujarnya.
Pencapaian itu diharapkan menjadi bukti bahwa TabAI adalah produk yang dibutuhkan dan disukai pasar.
Meski fokusnya sekarang adalah membangun antarmuka yang ramah pengguna, Igor memiliki visi jangka panjang: mengembangkan TabAI menjadi platform produktivitas komprehensif dengan aplikasi mobile terintegrasi dan sistem gamifikasi seperti poin pengalaman (XP) dan level konsentrasi. Ia membayangkan TabAI menjadi “Notion”-nya fokus digital, asisten cerdas yang membantu orang mengatur waktu, menjaga energi, dan menghindari burnout.
Target pengguna TabAI adalah kalangan digital natives seperti profesional muda, indie hacker, pendiri startup, mahasiswa, dan pekerja jarak jauh yang hidup di browser dan sering berpindah antara 10 tab atau lebih. Mereka adalah penggemar produktivitas yang menghargai kejelasan dan alat kerja yang rapi.
Menariknya, Igor adalah pengembang otodidak. Ia mulai belajar coding di usia 14 tahun, membaca buku C++ sambil naik kendaraan ke sekolah dan sepulangnya. Dari sana, ia beralih ke freelancing, membangun situs web, aplikasi mini di Telegram, hingga terlibat dalam beberapa startup.
Selain teknologi, Igor gemar membaca buku tentang psikologi, produktivitas, dan kewirausahaan. Ia juga membimbing anak-anak di kotanya yang baru memulai perjalanan di dunia IT.
“Bagi saya, usia tidak menentukan dampak. Yang dibutuhkan hanyalah internet, rasa ingin tahu, dan konsistensi,” tegasnya.




