GAYATREND — Viddsee bersama Bahagia Tanpa Drama, bekerja sama dengan Z Films, Spectrum Film, dan PK Films, resmi merilis official trailer dan poster film Siti Si Vampir.
Film komedi yang disutradarai Rahabi Mandra ini menawarkan kisah unik tentang vampir lokal sekaligus mengangkat persoalan sosial yang dekat dengan kehidupan anak muda, mulai dari kesulitan ekonomi, perbedaan kelas sosial, hingga perjuangan menjadi tulang punggung keluarga.
Trailer memperlihatkan kehidupan Siti, diperankan oleh Satine Zaneta, seorang perempuan muda yang sehari-hari bekerja sebagai tukang angkat galon dan tinggal di rusun bersama ayahnya.
Di tengah kehidupannya yang serba sulit, Siti melihat kehidupan anak muda dari kelas sosial berbeda yang dapat menikmati kemewahan.
Keadaan tersebut membuat Siti semakin mempertanyakan kehidupannya.
Digigit Vampir Elit, Kehidupan Siti Berubah
Perubahan besar terjadi ketika Siti digigit oleh Nakula, vampir elit yang diperankan Ciccio Manassero. Sejak saat itu, Siti berubah menjadi seorang vampir.
Menjadi vampir ternyata memberikan kesempatan bagi Siti untuk meninggalkan kehidupan sulit yang selama ini dijalaninya.
Ia tak lagi harus bersusah payah seperti sebelumnya maupun menjalani kehidupan penuh perjuangan bersama sahabatnya, Dudi (Ajil Ditto), yang bekerja sebagai tukang AC.
Namun, kesempatan tersebut datang dengan konsekuensi besar.
Untuk mendapatkan kehidupan mewah yang selama ini diimpikannya, Siti harus menerima kenyataan bahwa dirinya akan menjadi vampir untuk selamanya.
Pilihan pun berada di tangan Siti. Apakah ia akan meninggalkan kehidupan sebagai manusia dan memilih kehidupan baru sebagai vampir?
Angkat Isu Sosial dan Perjuangan Anak Muda
Di balik kemasan drama-komedi dan kisah vampir, Siti Si Vampir membawa isu sosial-ekonomi yang relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini.
Produser Kenny Png mengatakan film ini menjadi proyek ko-produksi internasional antara Singapura dan Indonesia dengan tema yang dekat dengan kondisi kehidupan sehari-hari.
“Film Siti Si Vampir menjadi proyek ko-produksi internasional yang sangat unik antara Singapura dan Indonesia, film ini membawa tema sosial-ekonomi yang sangat relevan dengan situasi kehidupan kita saat ini, dan sisi emosional dari relasi anak perempuan dan seorang ayah,” ujar Kenny Png.
Sementara itu, produser Celerina Judisari menyebut film ini ingin menghadirkan keragaman cerita melalui perpaduan drama-komedi dan kisah vampir lokal.
“Melalui film Siti Si Vampir kami ingin menghadirkan keragaman cerita, dengan kemasan genre drama-komedi yang memiliki keunikan tentang vampir lokal, sekaligus membawa cerita yang relevan dengan banyak orang mengenai sulitnya bertahan hidup di situasi saat ini,” ujar Celerina Judisari.
Dibintangi Generasi Aktor Muda
Rahabi Mandra juga menghadirkan jajaran pemeran dari generasi aktor muda Indonesia.
Selain Satine Zaneta dan Ajil Ditto, film ini mempertemukan kembali Ciccio Manassero dengan karakter vampir, serta menghadirkan Shania Gracia yang semakin serius menekuni dunia akting.
Menurut Rahabi, pilihan pemeran tersebut juga berkaitan dengan tema yang dibawa film, yaitu keresahan anak muda dalam menghadapi tekanan ekonomi.
“Jajaran pemeran di film Siti Si Vampir terbilang generasi aktor muda yang saat ini menjadi bagian dari regenerasi perfilman Indonesia.
Namun, mengapa kami menampilkan karakter-karakter anak muda di film ini juga sebenarnya karena kisah di film ini juga membawa keresahan tentang kondisi yang dihadapi anak muda saat ini, bagaimana susahnya bertahan hidup dengan segala impitan ekonomi,” ujar Rahabi.
Selain Satine Zaneta, Ajil Ditto, Ciccio Manassero, dan Shania Gracia, Siti Si Vampir turut dibintangi Nugie dan Kimberly Ryder.
Film ini diproduseri oleh Kenny Png dan Celerina Judisari.
Satine Zaneta Soroti Peran Perempuan sebagai Tulang Punggung Keluarga
Bagi Satine Zaneta, karakter Siti memiliki kedekatan dengan realitas banyak perempuan muda di Indonesia.
Siti digambarkan sebagai perempuan yang bekerja keras dan menjadi salah satu penopang ekonomi keluarganya.
Ia bahkan melakukan pekerjaan yang secara sosial masih kerap dianggap sebagai pekerjaan laki-laki.
“Ada hal yang menarik dan relate dengan banyak orang di film ini.
Bagaimana Siti sebagai anak perempuan juga berada di posisi yang menjadi tulang punggung keluarga secara ekonomi,” ujar Satine Zaneta.
Menurut Satine, perjalanan Siti tidak hanya membahas kesenjangan sosial, tetapi juga posisi perempuan dalam keluarga dan masyarakat.
“Siti melakukan banyak hal dan mengambil tanggung jawab yang secara sosial sering kali masih dianggap sebagai tugas atau peran laki-laki.
Menurut aku, ini menarik karena film ini tidak hanya berbicara tentang perbedaan kelompok sosialnya, tapi juga tentang bagaimana perempuan bisa mengambil ruang dan peran yang mungkin selama ini dianggap bukan ‘tempatnya,’” tambah Satine.
Dengan perpaduan komedi, drama, vampir lokal, serta isu sosial yang dekat dengan kehidupan anak muda, Siti Si Vampir menawarkan kisah tentang pilihan antara mengejar kehidupan yang lebih baik dan menghadapi konsekuensi dari pilihan tersebut.
Siti Si Vampir akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 22 Oktober 2026.
Ikuti informasi terbaru film Siti Si Vampir melalui Instagram resmi @viddseeid, @bahagiatanpadrama, dan @filmsitisivampir.
Rekomendasi SEO Gayatrend.com
SEO Title: Siti Si Vampir: Satine Zaneta Jadi Vampir demi Hidup Mewah




