Tekno

Mayoritas Pengguna VMware Mulai Cari Alternatif, Biaya Jadi Alasan Utama

GAYATREND – Pengguna VMware mulai mencari strategi alternatif untuk mengendalikan biaya, meningkatkan fleksibilitas, dan mendapatkan dukungan teknologi yang lebih sesuai kebutuhan bisnis.

Temuan tersebut terungkap dalam survei global “2026 IT Virtualization Survey – What’s Next for VMware Users” yang dilakukan Unisphere Research atas nama Rimini Street terhadap 269 organisasi pengguna VMware.

Survei yang dilakukan pada Desember 2025 hingga Februari 2026 itu menunjukkan, 66 persen responden telah menggunakan atau sedang mempertimbangkan dukungan pihak ketiga untuk lingkungan VMware mereka.

Biaya Lisensi Jadi Pemicu Utama
Biaya menjadi salah satu alasan terbesar perusahaan mulai mengevaluasi alternatif VMware. Sebanyak 90 persen responden menyebut kenaikan biaya lisensi sebagai pertimbangan utama.

Sementara itu, 54 persen responden mengatakan berakhirnya dukungan untuk lisensi perpetual turut mendorong mereka mencari pilihan lain.

Penghematan biaya juga menjadi prioritas utama bagi 73 persen responden. Namun, perusahaan masih menghadapi sejumlah tantangan dalam menjalankan strategi virtualisasi, mulai dari kompleksitas operasional sebesar 40 persen, pengelolaan banyak vendor 38 persen, perluasan permukaan serangan 37 persen, hingga kebutuhan keterampilan tim yang juga mencapai 37 persen.

Menurut Keith Costello, EVP sekaligus Chief Operating Officer Rimini Street, organisasi saat ini membutuhkan lebih banyak pilihan dan kendali dalam menentukan strategi virtualisasi.

“Organisasi menginginkan lebih banyak pilihan, fleksibilitas, dan kendali atas strategi virtualisasi TI mereka,” ujar Keith Costello.

Ia menambahkan, layanan dukungan VMware dari Rimini Street ditujukan untuk membantu perusahaan mengurangi biaya, memperkuat keamanan, serta memperpanjang nilai investasi VMware yang sudah dimiliki tanpa harus mengikuti jadwal vendor yang seragam.

Strategi Multi-Hypervisor Makin Dilirik
Perubahan strategi juga terlihat dari meningkatnya minat terhadap lingkungan virtualisasi yang lebih beragam.

Sebanyak 60 persen responden mempertimbangkan strategi multi-hypervisor, sedangkan 47 persen memilih pendekatan virtualisasi hibrida yang menggabungkan hypervisor dan container.

Di sisi lain, hampir separuh responden atau 48 persen menyatakan belum berencana memindahkan aset mereka ke VMware Cloud Foundation (VCF).

Temuan tersebut menunjukkan perusahaan mulai mempertimbangkan strategi yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis, investasi teknologi yang sudah ada, serta model operasional masing-masing.

Pendekatan ini mencakup kombinasi infrastruktur on-premises, private cloud, public cloud, hingga hypervisor alternatif untuk mendapatkan fleksibilitas beban kerja, efisiensi operasional, dan pengendalian biaya.

Dukungan Pihak Ketiga Jadi Pilihan
Kebutuhan terhadap dukungan pihak ketiga juga semakin terlihat. Selain 66 persen responden yang telah menggunakan atau mempertimbangkannya, sejumlah alasan utama yang mendorong pilihan tersebut adalah kebutuhan keamanan sebesar 60 persen, dukungan instalasi dan implementasi 57 persen, serta kekhawatiran terhadap layanan dan dukungan 54 persen.

Keamanan menjadi perhatian penting karena lingkungan virtualisasi dapat menjadi target bernilai tinggi bagi serangan siber. Satu mesin virtual yang berhasil disusupi berpotensi memberikan akses terhadap mesin virtual lain dalam lingkungan yang sama.

Sebanyak 77 persen pemimpin keamanan virtualisasi TI juga menilai solusi keamanan yang memberikan visibilitas ancaman secara real-time dan perlindungan proaktif terhadap kerentanan akan memberikan manfaat bagi organisasi.

Joe McKendrick, Lead Analyst Unisphere Research, mengatakan perubahan strategi pengguna VMware tidak semata-mata berkaitan dengan pergantian vendor.

“Perubahan arah yang terjadi di kalangan pengguna VMware saat ini bukan sekadar tentang mengganti satu vendor dengan vendor lainnya,” kata Joe.

Menurutnya, perusahaan juga berupaya mengurangi ketergantungan pada satu penyedia, menjaga keberlangsungan sistem penting, sekaligus melakukan modernisasi sesuai kebutuhan bisnis.

Survei ini melibatkan 269 eksekutif, manajer, dan profesional dari organisasi pengguna VMware di berbagai sektor. Seluruh responden merupakan pengguna VMware ketika survei dilakukan.

Laporan lengkap 2026 IT Virtualization Survey – What’s Next for VMware Users dapat diakses melalui Rimini Street.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *