Entertainment

Tayang Hari Ini! Empat Musim Pertiwi Hadirkan Cinematic Experience Grande, Jadi Karya Next Level Kamila Andini

GAYATREND – Film terbaru karya penulis sekaligus sutradara Kamila Andini, Empat Musim Pertiwi, resmi tayang di bioskop Indonesia mulai hari ini, Kamis, 8 Oktober 2026.

Film persembahan Forka Films dan produser Ifa Isfansyah tersebut juga tengah diputar di Busan International Film Festival (BIFF) bersamaan dengan penayangannya di bioskop Tanah Air.

Dibintangi Putri Marino, Arya Saloka, Christine Hakim, dan Hana Malasan, Empat Musim Pertiwi menawarkan pengalaman sinematik berskala besar dengan cerita yang memadukan drama, thriller, misteri hingga sci-fi.

Film ini mengikuti perjalanan seorang perempuan bernama Pertiwi yang harus berhadapan dengan trauma masa lalu ketika kembali ke tanah kelahirannya.

Bukan sekadar menghadirkan cerita, Kamila Andini juga mengeksplorasi berbagai elemen visual dan genre untuk menciptakan pengalaman menonton yang berbeda.

Sinematografi film digarap Batara Goempar, sementara desain produksi ditangani Dita Gambiro. Perpaduan keduanya menghadirkan lanskap visual yang luas, epik, sekaligus penuh misteri.

Eksplorasi Perempuan, Alam, dan Teknologi
Kamila Andini mengatakan, Empat Musim Pertiwi dibangun dari berbagai elemen yang memiliki dua sisi, terutama mengenai kepercayaan dan ketidakpercayaan.

“Ada banyak percampuran elemen di film ini, dan hampir semua elemen di film ini memiliki dua elemen mengenai antara percaya dan tidak percaya. Perempuan, alam, dan teknologi, memiliki dua sisi; destruktif dan juga memberdayakan di saat bersamaan. Itu yang dieksplorasi di film ini,” ujar Kamila.

Menurutnya, film ini juga mengajak penonton mempertanyakan kembali batas antara sesuatu yang dipercaya dan sesuatu yang sebenarnya tidak perlu dipercaya.

“Apa yang ingin dibicarakan di film ini adalah seberapa jauh kamu percaya dengan hal-hal yang mungkin tidak perlu kamu percayai,” tambahnya.

Produksi Lintas Negara demi Cinematic Experience Maksimal
Skala besar Empat Musim Pertiwi juga terlihat dari proses produksinya yang melibatkan kolaborasi lintas negara.

Produser Ifa Isfansyah mengungkapkan, tim produksi sejak awal berupaya memastikan film memiliki production value maksimal sesuai dengan skala cerita dan dunia yang dibangun.

“Melihat skala filmnya yang kompleks dan kanvasnya yang besar, dari awal kami ingin memastikan production value-nya maksimal. Kami mengerjakan color grading di Belanda, merancang sound dan foley bersama studio di Prancis, hingga melibatkan editing consultant internasional,” ungkap Ifa.

Menurutnya, seluruh proses tersebut dipersiapkan agar penonton Indonesia mendapatkan pengalaman menonton yang maksimal ketika menyaksikannya di bioskop.

“Semua ini dipersiapkan secara matang agar penonton Indonesia benar-benar mendapatkan cinematic experience yang worth it saat menontonnya di bioskop,” lanjutnya.

Gunung Bromo Jadi Semesta Unik Empat Musim Pertiwi
Salah satu kekuatan visual film ini adalah pemilihan lanskap Gunung Bromo sebagai latar utama.

Kamila Andini memanfaatkan bentang alam Bromo untuk membangun sebuah semesta yang unik. Lanskap tersebut dipadukan dengan nuansa western ala koboi sekaligus elemen sci-fi, termasuk kemunculan UFO hingga sosok siluman.

Perpaduan berbagai elemen tersebut membuat Empat Musim Pertiwi menawarkan pengalaman visual yang tidak biasa.

Tak hanya mengandalkan gambar, film ini juga menghadirkan tata suara bertaraf internasional untuk memperkuat atmosfer dan pengalaman sinematik di layar lebar.

Di balik kemegahan visualnya, film ini tetap membawa isu mengenai kekuatan, solidaritas, sekaligus kerapuhan perempuan.

Ko-Produksi Enam Negara
Empat Musim Pertiwi menjadi proyek terbesar Forka Films dan merupakan hasil ko-produksi enam negara, yakni Indonesia, Prancis, Belanda, Norwegia, Arab Saudi, dan Polandia.

Film ini juga mendapat dukungan dan kolaborasi dari Miles Films, Jagartha, Trinity Optima, Imajinari, Team Up, Julie Estelle, dan Navvaros, serta turut disponsori oleh Oriflame.

Dengan skala produksi, eksplorasi genre, serta kekuatan visual yang ditawarkan, Empat Musim Pertiwi menjadi salah satu film Indonesia yang patut disaksikan di layar lebar.

Empat Musim Pertiwi sudah tayang di bioskop Indonesia mulai 8 Oktober 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *