Megapolitan

Jawab Tantangan Krisis Energi Global, PT Palma Pertiwi Makmur Genjot Proyek SPBT

GAYATREND – Direktur Utama PT Palma Pertiwi Makmur (PPM) resmi menyerahkan SK dan melantik pengurus operasional proyek Stasiun Pengisian Bahan Bakar Terbatas (SPBT) di Jakarta, Senin (19/10/2026).

Langkah itu merupakan bagian dari upaya perusahaan mendukung penguatan rantai pasok energi nasional di tengah dinamika krisis pangan dan energi global serta ketidakpastian distribusi.

Mardianto menegaskan, penyerahan SK dan pelantikan tersebut bukan sekadar kegiatan administratif, melainkan langkah konkret untuk memastikan proyek berjalan secara profesional, aman, dan sesuai target.

“Keberhasilan proyek ini akan berdampak langsung pada kepastian ketersediaan bahan bakar dan kelancaran logistik, yang pada akhirnya dapat berkontribusi pada kedaulatan pangan, energi, dan air,” ujar Mardianto.

Dia mengingatkan, pengelolaan bahan bakar memiliki risiko operasional yang tinggi sehingga membutuhkan kedisiplinan, integritas, dan pengawasan yang ketat. Karena itu, seluruh tim proyek diminta mematuhi standar teknis dan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

“Urusan bahan bakar adalah urusan berisiko tinggi. Mari kita pastikan seluruh standar teknis dan prosedur keselamatan kerja dipatuhi 100 persen. Pengelolaan bahan bakar terbatas sangat rentan terhadap kebocoran dan penyimpangan, sehingga diperlukan sistem pengawasan serta pencatatan yang transparan dan terdigitalisasi dengan baik,” jelasnya.

Selain aspek keselamatan, Mardianto meminta tim proyek mengawal jadwal pelaksanaan secara ketat dan mengidentifikasi potensi hambatan sejak dini. Sejumlah aspek yang menjadi perhatian meliputi kesiapan lahan, kendala penyedia atau vendor, serta jalur distribusi.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi dan eskalasi persoalan secara cepat apabila diperlukan keputusan di tingkat direksi.

“Kawal ketat jadwal proyek. Identifikasi potensi hambatan sejak dini, baik terkait kesiapan lahan, vendor, maupun distribusi, serta lakukan eskalasi cepat jika dibutuhkan keputusan di tingkat direksi. Kami dari jajaran direksi akan responsif dalam mendukung pelaksanaan tugas masing-masing,” tambah Mardianto.

Menurutnya, keberhasilan proyek SPBT tidak hanya ditentukan oleh kesiapan infrastruktur, tetapi juga oleh kemampuan sumber daya manusia dalam menjalankan tugas secara disiplin, transparan, dan bertanggung jawab.

Mardianto berpesan kepada seluruh pegawai yang baru dilantik agar menjalankan amanah dengan penuh dedikasi dan menjaga integritas dalam setiap tahapan pekerjaan.

“Selamat mengemban amanah kepada pegawai yang ditugaskan. Bekerjalah dengan penuh dedikasi, jaga integritas, dan berikan hasil terbaik. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memudahkan langkah kita bersama dalam membangun kedaulatan pangan dan energi,” tambahnya.

Melalui penguatan tim proyek ini, PT Palma Pertiwi Makmur berharap pelaksanaan proyek SPBT dapat berjalan sesuai rencana dengan mengedepankan keselamatan kerja, tata kelola yang transparan, serta efektivitas operasional untuk mendukung ketahanan energi nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *