GAYATREND – PT Bank MNC Internasional Tbk (MNC Bank) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 pada Senin (22/6/2026) di iNews Tower, Jakarta Pusat.
Dalam rapat tersebut, para pemegang saham menyetujui seluruh agenda yang diajukan perseroan guna memperkuat fundamental bisnis dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan.
RUPST menyetujui Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Tahun Buku 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Independen.
Sepanjang 2025, MNC Bank membukukan laba bersih sebesar Rp81,78 miliar.
Kinerja perseroan juga ditopang oleh pertumbuhan kredit yang mencapai Rp11,61 triliun atau naik 3,33 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp14,69 triliun, sementara ekuitas mencapai Rp3,75 triliun.
MNC Bank juga membukukan pendapatan bunga bersih sebesar Rp536,51 miliar dan pendapatan operasional lainnya sebesar Rp193,48 miliar.
Presiden Direktur MNC Bank, Rita Montagna, mengatakan capaian tersebut mencerminkan ketahanan bisnis perseroan di tengah dinamika industri perbankan.
“Kami bersyukur dapat menutup tahun 2025 dengan kinerja yang positif.
Pertumbuhan kredit, peningkatan dana pihak ketiga, serta penguatan struktur permodalan menunjukkan fundamental MNC Bank yang semakin solid,” ujar Rita.
Selain menyetujui penggunaan laba bersih untuk memperkuat permodalan, RUPST juga memberikan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk Kantor Akuntan Publik Independen yang akan mengaudit laporan keuangan Tahun Buku 2026.
Pemegang saham turut menyetujui Pengkinian Rencana Aksi Pemulihan (Recovery Plan) Tahun 2026 sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan dan keberlangsungan usaha
Ke depan.
MNC Bank akan terus fokus meningkatkan kualitas aset, mengoptimalkan operasional, memperluas layanan digital melalui MotionBank, serta menghadirkan inovasi produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Dengan fondasi bisnis yang semakin kuat, MNC Bank optimistis dapat melanjutkan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan serta memberikan kontribusi positif bagi industri perbankan nasional.




