Megapolitan

Musim Mas Kerahkan 1.000 Personel Tangani Karhutla di Kalteng

GAYATREND – Musim Mas Group memperkuat penanganan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah dengan mengerahkan lebih dari 1.000 personel, 16 unit mobil pemadam kebakaran, hingga satu unit helikopter untuk mendukung pemadaman dari udara.

Sejak 8 Juli 2026, tim damkar Musim Mas Group telah terlibat dalam penanganan karhutla, termasuk membantu pemadaman di wilayah di luar area operasional perusahaan.

Hingga saat ini, tim telah membantu menangani kebakaran di 13 desa, yakni Sebabi, Kenyala, Tanah Putih, Hanjalipan, Tangar, Baampah, Penyang, Camba, Soren, Bagendang Tengah, Natai Baru, Palangan, dan Kandan.

Langkah tersebut dilakukan di tengah kondisi cuaca yang masih membutuhkan kewaspadaan tinggi. Kondisi atmosfer yang relatif kering di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan, membuat risiko karhutla tetap perlu diantisipasi.

Musim Mas pun memperkuat kesiapsiagaan melalui respons cepat ketika terjadi kebakaran, pemantauan kondisi lapangan, serta berbagai upaya pencegahan untuk menekan risiko karhutla.

Padamkan Api dari Darat hingga Udara
Manager Survey Musim Mas Group sekaligus Koordinator Penanggulangan Karhutla perusahaan di Wilayah Kalimantan, Bangun Hapsoro, mengatakan penanganan karhutla dilakukan dengan menggabungkan sejumlah metode.

“Di lapangan, kami tidak bisa hanya mengandalkan satu cara. Ada tim yang bekerja dari darat, ada water bombing untuk menjangkau titik yang sulit, dan ada juga alat berat untuk membuat sekat bakar agar api tidak semakin meluas,” ujar Bangun.

Untuk pemadaman dari udara, Musim Mas mengoperasikan satu unit helikopter yang dilengkapi bambi bucket berkapasitas sekitar 800 liter air dalam sekali penyiraman.

Dalam kondisi tertentu, penyiraman melalui udara dapat dilakukan hingga sekitar 30 kali dalam sehari.

Menurut Bangun, water bombing menjadi salah satu respons awal untuk menjangkau titik api yang sulit diakses tim dari darat sekaligus memperlambat penyebaran api.

Setelah itu, tim darat melanjutkan proses pemadaman melalui penyemprotan dan pendinginan hingga api serta bara dipastikan benar-benar padam.

Penanganan menjadi semakin intensif ketika kebakaran terjadi di lahan gambut. Pasalnya, api dapat bertahan di lapisan bawah permukaan meski kobaran di atas tanah sudah tidak terlihat.

“Di lahan gambut, pekerjaan tidak selesai ketika api sudah tidak terlihat. Kami tetap melakukan pendinginan dan memastikan tidak ada bara yang masih menyala,” kata Bangun.

Lebih dari 1.000 Karyawan Turun ke Lapangan
Besarnya kebutuhan personel membuat sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan karhutla.

Lebih dari 1.000 staf dan karyawan Musim Mas Group di Kalimantan Tengah dilibatkan dalam regu pemadam dan bekerja secara bergiliran selama lebih dari dua bulan.

Salah satunya Suparman, Asisten Kepala Training Center Musim Mas Group, yang ikut terjun dalam tim pemadam.

Menurutnya, keterlibatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Memang lelah. Selama lebih dari dua bulan kami harus siaga dan bekerja bergantian. Tapi yang kami inginkan sederhana, api segera padam, udara kembali lebih baik, dan masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan nyaman,” ujar Suparman.

Bekerja di tengah asap tebal juga menjadi tantangan tersendiri. Untuk menjaga keselamatan personel, perusahaan membekali regu pemadam dengan perlengkapan keselamatan serta dukungan kesehatan, termasuk suplemen dan vitamin.

Buka Lima Posko Kesehatan Gratis
Upaya penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api. Dampak asap terhadap kesehatan masyarakat juga menjadi perhatian.

Musim Mas Group membuka lima posko kesehatan gratis di sejumlah lokasi di Kabupaten Kotawaringin Timur, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas setempat.

Setiap posko melayani sekitar 100–120 pasien. Dari masyarakat yang datang, sekitar 30–40 persen mengalami keluhan pernapasan seperti batuk dan sesak napas.

Dokter perusahaan sekaligus Koordinator Posko Kesehatan, dr. Yulin Effendi, mengatakan layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan, obat-obatan, vitamin, masker hingga oksigen.

“Layanan yang kami berikan mulai dari pemeriksaan kesehatan, obat-obatan, vitamin, masker, hingga oksigen bagi masyarakat yang membutuhkan,” jelas Yulin.

Pemadaman Karhutla Butuh Kolaborasi
Penanganan karhutla di lapangan juga dilakukan bersama pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur.

Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur, Rihel Magat, mengatakan penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

“Penanganan karhutla itu harus ada kelompok kerja. Bukan hanya pemerintah daerah, tetapi juga masyarakat, pihak kecamatan, dan pihak swasta,” ujarnya.

Menurut Rihel, dukungan dunia usaha turut memperkuat kapasitas pemerintah daerah, terutama ketika ketersediaan armada menjadi salah satu tantangan dalam penanganan kebakaran.

“Musim Mas Group juga kemarin telah membantu unitnya untuk mem-backup kita, ada satu tangki dan satu water cannon supaya dalam penanganan kita bisa bertambah,” kata Rihel.

Selain mendukung pemadaman, Musim Mas Group juga menyalurkan peralatan pemadam kepada 14 desa di Kotawaringin Timur.

Bantuan tersebut meliputi mesin pompa air (alkon), selang, nozzle, dan berbagai perlengkapan pendukung lainnya.

Bantuan ini diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan masyarakat sehingga penanganan awal dapat dilakukan lebih cepat ketika terjadi kebakaran.

Perkuat Pencegahan dengan Zero Burning Policy
Musim Mas Group menegaskan penanganan karhutla tidak hanya dilakukan ketika kebakaran terjadi. Upaya pencegahan juga terus diperkuat di wilayah operasional perusahaan.

Salah satunya melalui penerapan Zero Burning Policy yang melarang penggunaan api dalam kegiatan pengelolaan lahan.

Kebijakan tersebut didukung sistem deteksi dini, patroli, kesiapan regu pemadam, serta pelatihan personel secara berkala.

Sistem deteksi dini dilakukan melalui identifikasi titik panas menggunakan citra satelit. Setiap informasi hotspot kemudian diverifikasi oleh tim di lapangan.

Untuk wilayah yang sulit dijangkau, perusahaan menggunakan drone untuk membantu memantau kondisi dari udara. Pemantauan juga dilakukan melalui menara pantau api.

Di sisi kesiapsiagaan, Musim Mas menyiapkan regu pemadam yang dilatih secara berkala dan dilengkapi mobil serta berbagai peralatan pemadaman. Perusahaan juga membangun embung sebagai salah satu sumber air untuk mendukung respons cepat apabila terjadi kebakaran.

Libatkan Masyarakat Lewat Program Masyarakat Bebas Api
Upaya pencegahan juga dilakukan dengan melibatkan masyarakat melalui program Masyarakat Bebas Api (MBA) yang telah dijalankan Musim Mas sejak 2016.

Program tersebut mendorong masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan melalui edukasi, peningkatan kapasitas, pemantauan dan patroli, serta penyediaan sarana pendukung pemadaman.

Salah satu fokusnya adalah mendorong praktik pembukaan lahan tanpa bakar sekaligus meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengenali potensi kebakaran dan melakukan penanganan awal.

Musim Mas juga memberikan penghargaan kepada desa-desa yang berhasil bebas dari api selama satu tahun penuh.

Dengan pendekatan tersebut, pencegahan karhutla tidak hanya dilakukan ketika api sudah muncul, tetapi dimulai dari membangun kesiapsiagaan dan kepedulian bersama.

Bagi Musim Mas Group, menghadapi karhutla bukan sekadar tentang seberapa cepat api dapat dipadamkan. Di tengah musim kemarau yang panjang, kesiapan tim, dukungan bagi masyarakat terdampak, serta penguatan pencegahan menjadi bagian penting untuk menekan risiko kebakaran bersama-sama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *