Food And Beverage

Bisnis Sambal Bu Djui, Merlin Soeyanto Raup Cuan Ratusan Juta Rupiah

GAYATREND.com – Apakah Anda hobi makan pedas dengan beraneka sambal? Jika iya, ternyata hobi Anda bisa menjadi peluang bisnis sambal. Ditambah lagi, para influencer di sosial media sering mereview makanan pedas dengan beraneka ragam sambal.

Hal itu membuat permintaan sambal kemasan meningkat. Tak heran juga banyak yang terjun di bisnis sambal kemasan, dikarenakan usaha sambal kemasan ini memiliki prospek cerah, untung besar, dan mudah memulainya.

Seperti yang dibuktikan Merlin Soeyanto, wanita dibalik suksesnya sambal Bu Djui. Dari berjualan sambal Bu Djui, Merlin dapat meraup omzet hingga ratusan juta per bulan.

Bahkan menurutnya, sambal yang berasal dari Surabaya ini berhasil menembus pasar luar negeri. Padahal awalnya Merlin mengaku hanya iseng dengan membuka PO di media sosialnya.

Sebelum pandemi covid, yakni pada Desember 2019, Merlin kemudian mengupload di Instagramnya tanpa bermaksud jualan. Tak disangka, DM (Direct Message) Merlin membludak dan seminggu kemudian dirinya telah menerima seribu botol PO pesanan. Dirinya mengaku kaget.

“Saya tidak berniat jualan, namun PO-nya bisa membludak gitu. Nah, sewaktu teman-teman saya cobain semuanya, mereka suka banget dan keep on repeating” Ucap Merlin.

Pesanan tersebut kemudian terus meningkat hingga Merlin mengaku tidak sanggup untuk memenuhi PO dari konsumen. Kemudian teman dekatnya, Ivonne Magdalena yang juga telah menggemari sambal Ibu Merlin dari kecil, mengajak untuk membesarkan bisnis ini.

“Ivonne kemudian mengajak saya, yuk kita gedein bisnis ini. Kan sayang, sambal seenak ini kok kita tidak perkenalkan ke Indonesia, apalagi kan sambal itu ciri khas makanan Indonesia,” sambungnya.

Ivonne kemudian mengajak Merlin untuk membuat bisnis dan membuat pabrik, hingga terbentuk PT Bukan Pangan Biasa, yang kini menaungi Sambal Bu Djui hingga saat ini.
Kemudian, ketika ditanya mengenai perbedaan sambal Bu Djui dengan sambal lainnya, Merlin menjelaskan bahwa varian yang ditawarkan Bu Djui cukup berbeda dari pasaran.

“Kita ada abon ikan peda, sambal kecombrang, dan beberapa varian yang memang umum namun kita menonjolkan ke varian-varian yang belum ada sebelumnya” jelasnya. “Contohnya seperti sambal curang yang baru keluar, yakni sambal cumi arang. Jadi, sambal cumi dengan tekstur dan rasa seperti cumi bakar,” terang Merlin.

Merlin mengaku bahwa tantangan terutama di dalam bisnis ini adalah pada harga cabai. Hal ini lantaran harga cabai yang fluktuatif.
“Harganya cukup signifikan, contohnya seperti harga cabai di akhir tahun. Fluktuatif harga bahan pangannya yang memang signifikan. Jadi pertama kali kita terjun, kita kaget juga” Ucapnya.

Namun seiring berjalannya waktu, Merlin mengaku telah menemukan solusi.
Penjualan hingga ke luar negeri
Pada saat pertama kali berjualan, Merlin mengaku bahwa banyak reseller yang berada di luar negeri.

“Banyak orang luar negeri kangen dengan sambal, dan mereka dengar Sambal Bu Djui. Jadinya mereka penasaran banget ingin coba. Jadi bukan reseller khusus, namun konsumen yang ingin menjadi reseller disana” Ucapnya.

Merlin menjelaskan bahwa banyak reseller yang menjual di Kanada, Amerika, Australia dan Singapura. Reseller sendiri hampir kebanyakan merupakan orang Indonesia, yang sebelumnya juga menjadi kostumer Sambal Bu Djui.

Kini, Sambal Bu Djui juga telah berkolaborasi dengan salah seorang influencer yang telah sukses dengan akun YouTube-nya yang bernama Michelle Hendra alias Michimomo. Wanita kelahiran 15 April 1992 ini juga menjadi influencer gaya hidup yang memiliki jutaan pengikut di media sosialnya.

Selain itu, Michimomo juga terjun ke bisnis kuliner. Bersama sang suami, ia mendirikan sebuah Korean Food Bar di bilangan Jakarta Selatan.

“Awal kolaborasi dengan Michimomo karena dia suka sekali dengan sambal bu djui dan dia adalah pencinta sambal dan makanan pedas lainnya. Dari kolaborasi ini terciptalah 2 produk, yang pertama adalah saos berang (BBQ Arang) yaita saos dengan cita rasa korea-indonesia yang merupakan campuran saus pedas korea dengan cita rasa sambal arang khas Sambal bu djui. Rasanya yang pedas gurih manis dengan hint rasa smokey yang unik. Saos berang ini sangat cocok untuk segala cocolan gorengan, bumbu marinasi masakan yang lezat dan praktis. Produk kedua adalah sambal roa asap. Sambal ini tercipta karena michimomo sangat menggemari sambal roa. Rasanya sangat gurih pedas dan smokey. Bahan utamanya adalah Ikan roa asap yang diolah sedemikian rupa menjadi sama sekali tidak amis. Sangat cocok dimakan dengan nasi putih hangat ataupun sebagai campuran masakan seperti nasi goreng, oseng buncis, dan lain sebagainya,” ungkap Merlin.

Merlin juga menerangkan bahwa ke depannya PT Bukan Pangan Biasa akan memproduksi makanan, sehingga Sambal Bu Djui kedepannya akan menjadi produk pendamping dari makanan yang diproduksinya tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *