Health Lifestyle

Olahraga Teratur Melindungi dari Penyakit Hati Berlemak

GAYATREND.com – Olahraga tidak hanya melatih otot tetapi juga dapat mencegah berkembangnya perlemakan hati. Sebuah studi baru oleh Pusat Penelitian Diabetes Jerman (DZD), Helmholtz Munich dan Rumah Sakit Universitas Tübingen menunjukkan adaptasi molekuler yang mana, khususnya mitokondria hati, yang dapat diamati dalam proses ini. Studi ini sekarang telah dipublikasikan di Molecular Metabolism.

Di seluruh dunia satu dari empat orang menderita penyakit hati non-alkohol (NAFLD, juga disebut penyakit hati metabolik MAFLD). Mereka yang terkena sering memiliki diabetes tipe 2 serta peningkatan risiko sirosis hati dan penyakit kardiovaskular, seperti dikutip dari Deutsches Zentrum fuer Diabetesforschung, Kamis (23/12/2021).

Selain itu, NAFLD dikaitkan dengan peningkatan mortalitas. Ketidakseimbangan antara asupan dan konsumsi energi dibahas sebagai penyebab penyakit. Hal ini menyebabkan timbunan lemak di hati dan seiring waktu merusak fungsi mitokondria * — keduanya merupakan faktor risiko perkembangan resistensi insulin hati dan peradangan hati.

Untuk mencegah dan mengobati NAFLD, modifikasi gaya hidup dengan peningkatan aktivitas fisik dianjurkan. Sejauh mana olahraga teratur mengubah adaptasi hati untuk meningkatkan asupan energi dan apa peran otot rangka dalam proses ini diselidiki oleh para ilmuwan di Institut Kimia Klinis dan Patobiokimia di Rumah Sakit Universitas Tübingen dan di Institut Penelitian Diabetes dan Penyakit Metabolik (IDM) dari Helmholtz Munich di Universitas Tübingen. Para peneliti berkolaborasi dengan Institute of Experimental Genetics (IEG) di Helmholtz Munich, Institut Leibniz untuk Ilmu Analitik di Dortmund, dan Institut Fisika Kimia Dalian di Cina.

Dalam studi yang dilakukan Dr. Miriam Hoene dan Dr. Lisa Kappler, tikus diberi makanan berenergi tinggi. Beberapa tikus juga menerima pelatihan treadmill secara teratur. Setelah intervensi enam minggu, para peneliti memeriksa hati dan otot hewan pada perubahan transkriptom, proteom mitokondria, komposisi lipid, dan fungsi mitokondria.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa olahraga mengatur enzim penting dari degradasi glukosa dan fruktosa di hati serta metabolisme piruvat mitokondria. Dengan cara ini, beban substrat untuk respirasi mitokondria dan sintesis lipid dapat dikurangi. Akibatnya, lebih sedikit lemak yang disimpan di hati — dan lipid spesifik seperti spesies diasilgliserol diturunkan. Selain itu, kontrol glukosa meningkat pada tikus yang diberikan olahraga. Selain itu, peningkatan kapasitas pernapasan otot rangka mengurangi stres metabolik di hati.

*Mitokondria

Tugas mitokondria adalah menyediakan energi bagi sel, yang terjadi melalui respirasi sel. Ini adalah proses metabolisme di mana energi yang tersimpan dalam glukosa dan zat organik lainnya diperoleh dengan memutus ikatan kimia, akhirnya menghasilkan adenosin trifosfat, atau ATP. Ini adalah molekul energi terpenting dalam tubuh. Oleh karena itu, mitokondria juga dianggap sebagai pembangkit tenaga sel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *