Health

Kenali Gejala Omicron

GAYATREND.com – Gelombang kenaikan kasus Omicron di Indonesia terjadi pada pertengahan Februari hingga awal Maret. Hal ini merupakan dampak dari kenaikan kasus Omicron yang terjadi di seluruh dunia,

Kenaikan kasus Omicron di dunia terjadi dalam kurun waktu yang sangat cepat dan singkat, berkisar antara 35 hingga 65 hari.

Omicron merupakan mutasi dari varian Corona yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan. Hingga kini sudah banyak negara yang mendeteksi varian yang masuk kategori ‘variant of Concern’ (VOC) tersebut. Kategori VOC diartikan sebagai varian virus Corona yang diduga mampu menyebabkan peningkatan penularan serta kematian dan bahkan dapat mempengaruhi efektivitas vaksin.

Kepala Asosiasi Medis Afrika Selatan, dokter Angelique Coetzee, menyebutkan gejala Omicron sangat berbeda dari varian Delta. Ia menyebut gejala Omicron sangat mirip dengan gejala pilek atau flu biasa. Ciri-ciri gejala varian Omicron yakni:

Sakit kepala
Nyeri tubuh
Tenggorokan gatal

Sementara itu, Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengatakan gejala umum varian Omicron yang terdeteksi sejauh ini yakni:

Batuk kering dan tenggorokan gatal (89 persen)
Letih (65 persen)
Hidung tersumbat (59 persen)
Demam (38 persen)
Mual (22 persen)
Napas pendek atau kesulitan bernapas (16 persen)
Diare (11 persen)

Meski gejala Covid-19 Omicron terbilang ringan, angka penularan yang tinggi memicu kekhawatiran para ahli. Karena itu para ahli tetap merekomendasikan penerapan protokol kesehatan yang ketat agar fasilitas kesehatan tidak dibanjiri pasien Covid.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *