Health

Cek Kesehatan Usai Lebaran

GAYATREND.com – Sejumlah jenis masakan khas Lebaran di Indonesia, memang tidak semua tergolong sebagai makanan sehat. Meskipun kandungan nutrisinya banyak, namun beberapa kandungan yang berlebihan seperti santan, garam, lemak, dan kolesterol adalah pemicu berbagai penyakit.

Oleh karena itu, tidak mengherankan jika banyak orang yang akan mengeluhkan masalah kesehatan usai merayakan hari Lebaran. Untuk berjaga-jaga, sebaiknya Anda perlu melakukan pemeriksaan kesehatan setelah Lebaran. Berikut ini di antaranya:

1. Cek Gula Darah

Tes gula darah adalah prosedur pemeriksaan kadar gula (glukosa) di dalam darah. Tes ini bisa dilakukan untuk membantu dokter dalam mendeteksi penyakit diabetes.

Tidak hanya itu, tes gula darah juga penting dilakukan untuk mengendalikan dan mencegah komplikasi bagi pengidap diabetes. Kadar gula dalam darah kita diatur oleh hormon insulin. Namun pada pengidap diabetes, insulin yang dihasilkan oleh tubuh tidak mencukupi atau tidak bekerja semestinya.

Alhasil, glukosa menumpuk dalam darah dan menyebabkan kerusakan organ jika tidak segera dilakukan perawatan. Asupan kalori dan karbohidrat berlebih adalah penyebab kadar glukosa meningkat.

Oleh sebab itu, makanan seperti ketupat, kue kering seperti nastar, putri salju, dan lainnya harus Anda atur asupannya. Sebab jika tidak, mereka akan membahayakan para pengidap diabetes.

2. Cek Kolesterol

Sajian khas lebaran juga biasanya banyak mengandung daging sapi, dan santan, yang mana keduanya adalah sumber kolesterol jahat. Bukan rahasia lagi kalau kadar kolesterol yang terlampau tinggi bisa menyebabkan berbagai masalah bagi tubuh seperti meningkatkan risiko berbagai penyakit kardiovaskular.

Pada beberapa kasus, kolesterol tinggi bisa tidak menunjukkan gejala sama sekali, namun ada juga yang akan merasakan gejala seperti serangan jantung dan stroke.

Anda tidak perlu menunggu sampai gejala muncul baru memeriksakan kadar kolesterol dalam tubuh. Sebaiknya cek kolesterol ini dilakukan secara berkala dan sedini mungkin.

Menurut American Heart Association, kadar kolesterol darah sebaiknya diperiksa setiap 5 tahun setelah seseorang berusia 20 tahun. Namun, mereka yang kadar kolesterol dalam tubuh melebihi 200 mg/dL, maka cek kolesterol sebaiknya dilakukan setiap 3 bulan sampai kadarnya normal kembali.

Maka dari itu, sehabis hari Lebaran juga menjadi waktu tepat untuk memeriksakan kadar kolesterol akibat asupan makanan daging dan bersantan yang kerap sulit dikendalikan.

3. Cek Asam Urat

Asam urat adalah senyawa alami yang diproduksi tubuh dan terbentuk dari penguraian zat purin dari makanan atau minuman. Sebenarnya tidak masalah selama kadar asam urat masih berada di batas normal, namun mengingat saat Lebaran banyak makanan pemicu asam urat, maka sebaiknya pemeriksaan perlu dilakukan agar tidak menyebabkan gejala yang bisa mengganggu.

Cek asam urat bisa dilakukan dengan dua cara, yakni tes asam urat dalam darah dan tes asam urat dalam urine. Tes darah dilakukan dengan mengambil sampel darah untuk kemudian diperiksa di laboratorium.

Sampel darah yang diambil nantinya menunjukkan angka yang merupakan kandungan atau kadar asam urat seseorang. Sementara pemeriksaan urine dilakukan dengan mengambil sampel urine.

Melalui tes ini, akan diketahui bagaimana fungsi ginjal dalam membuang asam urat. Jika ginjal tidak dapat membuang asam urat dari darah secara normal, risiko pembentukan kristal atau batu ginjal menjadi lebih besar.

Maka dari itu, tes urine dilakukan untuk mengetahui ada atau tidak batu ginjal akibat asam urat tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *