GAYATREND – Stroke masih menjadi salah satu ancaman kesehatan terbesar di Indonesia. Penyakit ini tidak hanya menjadi penyebab utama kematian, tetapi juga berkontribusi besar terhadap kecacatan yang dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya.
Yang perlu menjadi perhatian, stroke kini tidak lagi identik dengan usia lanjut. Dokter spesialis neurologi dari Primaya Hospital Bekasi Barat, Fakhrunnisa, mengungkapkan bahwa tren pasien stroke semakin muda. Bahkan, terdapat pasien yang mengalami stroke pada usia 37 tahun.
Kondisi ini menunjukkan bahwa menjaga kesehatan otak dan pembuluh darah perlu dilakukan sejak usia produktif. Pola hidup tidak sehat seperti kurang aktivitas fisik, merokok, konsumsi makanan tinggi lemak dan garam, stres berkepanjangan, serta hipertensi yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko stroke.
Dalam penanganan stroke, para tenaga medis mengenal prinsip Time is Brain. Artinya, setiap menit sangat berharga karena keterlambatan penanganan dapat menyebabkan jutaan sel saraf otak mati secara permanen. Semakin cepat pasien mendapatkan pertolongan medis, semakin besar peluang untuk pulih dan terhindar dari kecacatan.
Sayangnya, masih banyak pasien yang menunda pergi ke rumah sakit karena menganggap gejala akan membaik sendiri atau menunggu anggota keluarga untuk mendampingi. Padahal, tindakan cepat dapat menjadi penentu masa depan pasien.
Karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengenali tanda-tanda stroke sejak dini. Salah satu cara yang mudah diingat adalah metode FAST:
F (Face): wajah tampak menurun atau tidak simetris.
A (Arms): salah satu lengan sulit diangkat atau terasa lemah.
S (Speech): bicara pelo, tidak jelas, atau sulit berbicara.
T (Time): segera cari pertolongan medis jika gejala muncul.
Kesadaran akan pentingnya penanganan cepat stroke juga menjadi salah satu fokus layanan di Primaya Hospital Group. Melalui sistem penanganan stroke yang terintegrasi, pasien dapat memperoleh diagnosis dan terapi dalam waktu yang lebih singkat sehingga peluang pemulihan menjadi lebih optimal.
Selain mengenali gejalanya, pencegahan tetap menjadi langkah terbaik. Menjaga tekanan darah tetap normal, rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, menghindari rokok, membatasi konsumsi alkohol, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala dapat membantu menurunkan risiko stroke.
Pada akhirnya, stroke bukan hanya masalah kesehatan orang tua. Gaya hidup sehat yang dijalani sejak dini dan respons cepat saat gejala muncul dapat menjadi kunci untuk melindungi kesehatan otak dan menjaga kualitas hidup di masa depan.



