Entertainment

Dian Sastrowardoyo dan Roy Sungkono Tebar Romantisme di Film Yang Datang Dan Yang Pergi, Reuni dengan Nurman Hakim dan Nan Achnas

GAYATREND – Aktris Dian Sastrowardoyo kembali menyapa penonton layar lebar melalui film terbaru berjudul Yang Datang Dan Yang Pergi. Kali ini, Dian dipasangkan dengan Roy Sungkono dalam sebuah kisah romantis yang menyimpan rahasia, kenangan, hingga pergulatan menentukan pilihan hidup.

Film produksi Triximages dan Dash Pictures tersebut baru saja merilis official trailer yang memperlihatkan potongan kisah Sinta (Dian Sastrowardoyo), perempuan yang kehidupannya berkaitan erat dengan sebuah guest house tua peninggalan keluarga.

Di tempat yang dikelilingi kabut pegunungan itu, berbagai cerita tentang cinta, harapan, dan masa lalu perlahan terungkap. Kehadiran Banawan (Roy Sungkono), teman masa kecil Sinta yang kembali hadir ketika mereka dewasa, turut menghadirkan dinamika romansa yang menarik.

Namun, bukan hanya Banawan yang mewarnai kehidupan Sinta. Sejumlah laki-laki lain juga datang dan pergi sebagai tamu di guest house tersebut. Setiap pertemuan membawa cerita, harapan, bahkan pengkhianatan yang kemudian memengaruhi kehidupan Sinta dan keluarganya.

Reuni Dian Sastrowardoyo dengan Nurman Hakim dan Nan Achnas

Film Yang Datang Dan Yang Pergi menjadi momen spesial bagi Dian Sastrowardoyo. Pasalnya, ia kembali bekerja sama dengan dua sineas yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan karier perfilmannya, yakni Nurman Hakim dan Nan Achnas.

Dian sebelumnya pernah berkolaborasi dengan Nurman Hakim melalui film 3 Doa 3 Cinta (2008). Sementara bersama Nan Achnas, Dian mengawali perjalanan kariernya di industri perfilman lewat film Pasir Berbisik (2001), yang dikenal sebagai salah satu karya ikonik perfilman Indonesia.

Tak hanya Dian, film ini juga mempertemukan kembali Nurman Hakim dengan Dimas Aditya. Keduanya sebelumnya bekerja sama dalam film Bid’ah Cinta (2017).

Selain Dian Sastrowardoyo, Roy Sungkono, dan Dimas Aditya, film ini turut dibintangi David Ari Wibowo serta Retno Soetarto.

Mengangkat Kisah Warisan Keluarga dan Pilihan Hidup Perempuan

Ditulis, diproduseri, sekaligus disutradarai oleh Nurman Hakim bersama Nan Achnas, Yang Datang Dan Yang Pergi tidak hanya menawarkan drama romantis. Film ini juga mengeksplorasi bagaimana masa lalu dan warisan keluarga dapat memengaruhi kehidupan seseorang, khususnya perempuan dalam menentukan masa depannya.

Nurman Hakim menjelaskan bahwa film ini ingin menggambarkan bagaimana setiap generasi mewarisi cerita dari generasi sebelumnya, tetapi tetap memiliki kesempatan untuk menentukan jalan hidup yang berbeda.

“Melalui film Yang Datang dan Yang Pergi, kami ingin mengeksplorasi bagaimana masa lalu membentuk kehidupan seseorang, sekaligus bagaimana seorang perempuan menghadapi warisan tersebut untuk menentukan masa depannya. Setiap generasi tentunya mewarisi cerita dari generasi sebelumnya. Namun, tidak semua cerita harus berakhir dengan cara yang sama,” ujar Nurman Hakim.

Sementara itu, Nan Achnas menyoroti perjalanan Sinta sebagai perempuan yang harus menentukan arah hidupnya di tengah berbagai batasan dan warisan keluarga.

Menurut Nan, setiap perempuan memiliki hak untuk menentukan pilihan dan masa depannya sendiri tanpa harus selalu mengikuti cerita generasi sebelumnya.

“Setiap generasi memiliki kesempatan untuk menentukan apa yang ingin dipertahankan dan apa yang ingin ditinggalkan. Bagi perempuan, pilihan tersebut juga berkaitan dengan hak untuk menentukan jalan hidupnya sendiri. Di film ini, Dian sangat kuat memerankan Sinta yang sedang menceritakan fase-fase kehidupannya,” ungkap Nan Achnas.

Dian Sastrowardoyo dan Roy Sungkono Pertama Kali Dipasangkan

Bagi Dian Sastrowardoyo, karakter Sinta memberikan perspektif menarik tentang perempuan, warisan masa lalu, dan kebebasan menentukan pilihan hidup.

Dian mengaku antusias bisa kembali bekerja sama dengan Nurman Hakim dan Nan Achnas melalui film yang memiliki cerita dekat dengan realitas kehidupan perempuan tersebut.

“Di film ini, karakter Sinta diperlihatkan sebagai perempuan yang bukan hanya sebagai penerima warisan masa lalu, tetapi juga sebagai individu yang memiliki pilihan terhadap masa depannya. Menurut saya, itu juga sangat merefleksikan apa yang dialami oleh banyak perempuan hingga saat ini,” tutur Dian Sastrowardoyo.

Sementara itu, bagi Roy Sungkono, film ini menghadirkan pengalaman baru karena untuk pertama kalinya ia dipasangkan dengan Dian dalam sebuah cerita romansa.

Roy memerankan Banawan, sosok dari masa lalu Sinta yang kembali hadir dalam kehidupannya ketika dewasa. Hubungan keduanya menghadirkan dinamika yang hangat, unik, sekaligus menyimpan berbagai rahasia.

“Banawa adalah orang lama dari masa lalu Sinta, yang kembali datang di kehidupannya saat dewasa. Guest house tua keluarga Sinta di film ini akan menjadi ruang tempat masa lalu dan masa kini bertemu, yang memperlihatkan bagaimana sejarah keluarga bisa memengaruhi kehidupan generasi berikutnya,” ujar Roy Sungkono.

Kisah Berlangsung dalam Tiga Periode Waktu

Menariknya, cerita Yang Datang Dan Yang Pergi mengambil latar tiga periode waktu berbeda, yakni 1965, 1999, dan 2026.

Kisahnya disampaikan melalui sudut pandang Sinta yang mengenang berbagai peristiwa di guest house tua milik keluarganya. Tempat tersebut menjadi saksi berbagai pertemuan, perpisahan, kisah cinta, hingga pengkhianatan yang meninggalkan dampak bagi kehidupan Sinta dan keluarganya.

Melalui perjalanan tersebut, penonton diajak menyaksikan bagaimana sejarah keluarga, kenangan masa lalu, serta pilihan-pilihan hidup saling berkaitan dalam membentuk masa depan seseorang.

Film Yang Datang Dan Yang Pergi dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 3 Desember 2026.

Ikuti informasi dan perkembangan terbaru film ini melalui akun Instagram resmi @filmyangdatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *