GAYATREND — Setelah sukses dengan film pertamanya, kisah horor eksorsisme Indonesia Kuasa Gelap kembali berlanjut melalui sekuel berjudul Kuasa Gelap: Perjanjian Darah.
Dipersembahkan oleh Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment, film yang kembali disutradarai Rizal Mantovani ini menawarkan teror dengan skala produksi lebih besar.
Tak hanya meneror satu keluarga, ancaman kali ini bahkan mengincar sebuah kota.
Salah satu sumber teror utama dalam film adalah Rephaim, entitas kuno yang kembali muncul untuk menuntut konsekuensi dari perbuatan manusia di masa lalu.
Kehadiran Rephaim juga menjadi tantangan baru bagi dua Romo Eksorsis yang kembali diperankan Lukman Sardi sebagai Romo Rendra dan Jerome Kurnia sebagai Romo Thomas.
Keduanya harus menghadapi teror yang semakin besar, sekaligus berhadapan dengan keraguan terhadap iman mereka.
Teror Rephaim Mengancam Satu Kota
Dalam Kuasa Gelap: Perjanjian Darah, penonton akan mengikuti perjalanan menyelamatkan Daniel (Venly Arauna), seorang anak muda yang harus menanggung konsekuensi dari pilihan orang tua dan neneknya.
Perjalanan tersebut bukan hanya tentang menyelamatkan nyawa, tetapi juga menjadi perjalanan spiritual untuk menemukan kembali iman.
Sutradara Rizal Mantovani menjelaskan bahwa Rephaim memiliki keterikatan dengan wilayah atau dominion tertentu.
Karena itu, teror yang dihadirkan dalam film kali ini memiliki cakupan yang lebih luas.
“Di film ini, ada karakter yang membawa teror sangat besar, dari sebuah entitas kuno, bernama Rephaim.
Rephaim sebenarnya terikat pada dominion (wilayah) lokasi tempat mereka berada.
Sebab itu, di film ini, terornya bukan hanya pada satu keluarga tapi seluruh kota,” ujar Rizal Mantovani.
Menurut Rizal, menghadirkan teror dalam skala besar menjadi salah satu tantangan utama dalam produksi film ini.
Rephaim digambarkan ingin disembah manusia dengan kompensasi berupa nyawa.
Konsep tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap perbuatan memiliki konsekuensi.
Kuasa Gelap: Perjanjian Darah Bicara tentang Krisis Iman
Selain menghadirkan teror supranatural, Kuasa Gelap: Perjanjian Darah juga membawa tema mengenai keraguan, kehilangan harapan, dan perjalanan seseorang untuk kembali menemukan iman.
Penulis sekaligus produser Robert Ronny mengatakan karakter Halim menjadi salah satu sosok yang dianggap dekat dengan kondisi banyak orang yang merasa frustrasi dan tidak berdaya.
“Kami selalu ingin membuat film yang relatable untuk penonton.
Dengan kondisi Indonesia seperti sekarang ini saya yakin banyak orang yang akan merasa relate dengan karakter Halim yang merasa frustasi dan powerless, yang akhirnya kehilangan imannya,” ujar Robert Ronny.
Melalui film ini, Robert berharap penonton mendapatkan pengingat bahwa Tuhan selalu ada dan memberikan kesempatan bagi manusia untuk kembali ke jalan-Nya.
Lukman Sardi Kembali sebagai Romo Rendra
Lukman Sardi kembali memerankan Romo Rendra setelah sebelumnya tampil dalam film pertama Kuasa Gelap yang sukses menjadi blockbuster.
Namun, kali ini karakter Romo Rendra akan digali lebih jauh, terutama mengenai masa lalu dan pergulatan batinnya.
Romo Rendra harus menghadapi teror Kuasa Gelap sekaligus berhadapan dengan keraguan terhadap imannya sendiri.
Bagi Lukman Sardi, memerankan karakter tersebut memberikan pengalaman sekaligus ruang refleksi mengenai bagaimana manusia dapat mengalami keraguan terhadap keyakinannya.
“Penonton akan dibawa lebih dalam dengan cerita latar belakangnya Romo Rendra.
Penonton akan diajak mengikuti bagaimana Romo Rendra harus menghadapi masa lalunya,” kata Lukman Sardi.
Ia menambahkan, film ini juga mengingatkan kembali mengenai besarnya kuasa Tuhan dalam menghadapi keraguan dan menyelamatkan manusia.
Hadir di IMAX, 4DX, dan Magnify 8
Tak hanya mengandalkan cerita dan skala produksi yang lebih besar, Kuasa Gelap: Perjanjian Darah juga menawarkan pengalaman menonton yang lebih imersif.
Film ini akan hadir dalam tiga format cinematic experience, yaitu IMAX XXI, 4DX CGV, dan Magnify 8 Cinepolis.
Produser eksekutif Andi Boediman menyebut kehadiran film Indonesia dalam ketiga format tersebut menjadi bagian dari perkembangan produksi film nasional.
“Tidak banyak film Indonesia yang bisa hadir sekaligus di IMAX, 4DX, dan Magnify 8.
Ketiga format ini punya standar kualitas yang ketat,” ujar Andi Boediman.
Dengan dukungan visual serta tata suara yang dirancang untuk memperkuat pengalaman horor, penonton akan diajak merasakan teror Rephaim dengan skala yang lebih nyata.
Dibintangi Aktor dan Aktris Ternama
Selain Lukman Sardi, Jerome Kurnia, dan Venly Arauna, Kuasa Gelap: Perjanjian Darah juga dibintangi sejumlah aktor dan aktris Indonesia.
Mereka adalah Ferry Salim, Feby Febiola, Lydia Kandou, Sisca Saras, Keysha Angelica, Kiki Narendra, dan Faiz Vishal.
Film ini disutradarai Rizal Mantovani dan diproduseri Robert Ronny serta Prima Taufik, dengan skenario yang ditulis Robert Ronny bersama Andri Cahyadi.
Produksi film turut melibatkan jajaran produser eksekutif Andi Boediman, Ardi Setiadharma, Arya Setiadharma, Acha Septriasa, Jerome Kurnia, Steven Sugianto, Vicky Saputra, dan Nelson Mok.
Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment juga mendapat dukungan dari Legacy Pictures, SRN, Virtuelines Entertainment, WOW Multinet Pictures, Mokster Films, dan Netzme Gateway.
Kuasa Gelap: Perjanjian Darah akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 8 Oktober 2026.
Selain bioskop reguler, penonton juga dapat merasakan pengalaman sinematik yang lebih imersif melalui IMAX XXI, 4DX CGV, dan Magnify 8 Cinepolis.
Ikuti informasi terbaru melalui Instagram resmi @kuasagelap.id dan bersiap menghadapi teror Rephaim mulai 8 Oktober 2026




