Health

Akibat Lewati Imunisasi Campak, Anak Rentan Tertular Penyakit

GAYATREND.com – Akibat melewati imunisasi campak di masa pandemi Covid-19, WHO menyoroti akan bahaya penyakit campak terhadap anak di dunia.

Tercatat sebanyak 22 juta anak di dunia melewati imunisasi campak selama pandemi Covid-19 ini.

“Banyaknya anak yang tidak menerima vaksin campak, deteksi dan diagnostik penyakit yang dialihkan untuk mendukung pencegahan COVID-19 adalah faktor yang meningkatkan kemungkinan kematian terkait campak dan komplikasi serius pada anak-anak,” kata Kepala Imunisasi CDC AS, Kevin Cain, dikutip dari Reuters, Kamis (11/11/2021).

Dalam hal ini WHO juga menuturkan bahwa pada 2020 lalu sekitar 3 juta anak di Amerika Serikat, telah melewatkan suntikan vaksin campak. Penyebabnya, karena AS saat itu disibukkan dengan penanganan COVID-19.

Namun, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, angka ini merupakan jumlah terbesar selama 2 dekade terakhir.

“Akan berbahaya jika anak tidak mendapat vaksin campak. Sebab mereka akan rentan terpapar dan menghambat upaya dunia memberantas virus yang sangat menular tersebut,” kata WHO.

Sementara itu, Campak sendiri merupakan penyakit paling menular. Tingkat penularannya melebihi COVID-19, Ebola, TBC dan Flu. Hal ini jelas sangat berbahaya bagi bayi dan anak.

Tercatat pada 2019, kasus campak dilaporkan mencapai titik tertinggi dalam seperempat abad terakhir. Setahun kemudian, pada 2020 vaksinasi campak di 23 negara tertunda akibat COVID-19 dan akibatnya, 93 juta orang berisiko tertular penyakit ini.

“Sangat penting bagi negara-negara untuk memvaksinasi COVID-19 secepat mungkin, tetapi ini membutuhkan sumber daya baru sehingga tidak membebani program imunisasi esensial,” kata Direktur Departemen Imunisasi WHO, Vaksin dan Biologi Dr Kate O’Brien.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *