Uncategorized

Resiko Bagi Wanita yang Gemar Diet Ekstrem

GAYATREND.com – Beberapa wanita mungkin rela melakukan diet demi mencapai berat badan ideal. Namun, diet yang dilakukan haruslah benar agar tidak justru membahayakan kondisi tubuh.

Dikutip DetikHealth, praktisi fitness dan diet Yulia Baltschun mengatakan, para wanita untuk tidak terlalu ekstrem dalam melakukan diet, karena dapat mengganggu fungsi reproduksi.

Ketika diet, umumnya seseorang akan mengonsumsi lebih sedikit kalori.

“Yang tadinya harusnya jatah kita 2.000 kalori, badan kita cuma dikasih nafkah 1.500 kalori,” kata Yulia.

“500 lagi kan kita hutang sama badan, badan kita akan berpikir gimana caranya memenuhi hutang itu. Kemudian badan mengurai lemak supaya bisa jadi energi untuk menembus hutang itu. Jadi lemak kita lah yang akan bayar hutang kita ke badan,” jelasnya.

Yulia menuturkan, beberapa orang suka memotong jumlah konsumsi kalori secara sembarangan. Akhirnya, mereka memotong kalori terlalu ekstrem sehingga badan menjadi kekurangan gizi.

“Ketika badannya tidak mampu bayar (kurang asupan gizi), akhirnya beberapa side efek muncul. Beberapa sel tubuh kekurangan gizi, fungsi imun melemah, rambut mulai rontok karena selnya banyak yang mati, sel kulit mulai rusak. Akhirnya lama-lama mandul,” ujar Yulia.

“Karena kan badan mikir, buat hidup saja gizinya kurang, gimana lu mau bikin bayi? Jadi reproduksi tidak memungkinkan, ini orang lagi kurang gizi, sudah shutdown akhirnya kita nggak menstruasi,” sambungnya.

Untuk itu, Yulia mengingatkan apabila tubuh sudah mulai menunjukkan tanda-tanda yang tidak sehat, ada kemungkinan cara diet kamu salah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *