Health Megapolitan

Waspadai Penyakit AFM, Hampir Mirip Polio

GAYATREND.com – Belum banyak orang ketahui bahwa bukan hanya polio penyakit yang melumpuhkan, tetapi Acute flaccid myelitis (AFM) pun serupa. Dua gangguan kesehatan ini nyatanya bisa menyebabkan orang yang diserang mengalami kelumpuhan, termasuk pada anak-anak.

Meski memiliki komplikasi yang sama, namun kedua penyakit ini ternyata sangat berbeda satu sama lain. Apa saja perbedaan antara penyakit AFM dan polio?

Berikut ini sejumlah rangkuman mengenai perbedaan kedua penyakit bahaya ini. Dilansir dari Halodoc dan sumber lain, Jumat (10/2/2023) ini penjelasannya.

Penyakit acute flaccid myelitis merupakan kondisi yang langka terjadi, namun sama sekali tidak boleh dianggap sepele. Sebab, penyakit ini bisa menyebabkan kondisi serius dan membahayakan.

Biasanya AFM lebih banyak menyerang sistem saraf, terutama di daerah sumsum tulang belakang. Kondisi ini menyebabkan otot dan refleks dalam tubuh menjadi lemah.

Kondisi ini sebenarnya bisa terjadi pada siapa saja, namun paling sering ditemukan pada anak-anak. Secara perlahan, kondisi ini akan menyebabkan bagian tangan dan kaki menjadi lemah dan semakin kehilangan kemampuan dan refleks.

Selain itu, kondisi ini juga bisa menyebabkan kelemahan pada area wajah, kepala dan leher. Bahkan, akan terjadi kemampuan menggerakkan bola mata, hingga menurunnya kemampuan berbicara.

Penyebab pasti dari kondisi ini masih belum diketahui, tetapi, pada beberapa kasus AFM diduga terjadi karena infeksi virus. Termasuk virus penyebab polio, karena bersifat jarang dan membutuhkan pemantauan khusus, pastikan untuk selalu berdiskusi dengan dokter.

Sedangkan polio alias poliomyelitis sendiri merupakan kondisi penyakit yang terjadi karena serangan virus. Kabar buruknya, penyakit ini sangat mudah menular dan menyerang sistem saraf, terutama pada balita.

Polio adalah penyakit yang sama sekali tidak boleh dianggap remeh, sebab pengidapnya bisa mengalami kesulitan bernapas, bahkan kematian. Risiko terserang virus polio menjadi lebih tinggi pada orang yang belum vaksin, terutama yang tinggal satu rumah.

Sayangnya, kebanyakan pengidap polio awalnya tidak menyadari sudah terinfeksi virus polio. Sebab, virus ini pada awalnya hanya menimbulkan sedikit gejala, bahkan tanpa gejala sama sekali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *