GAYATREND – Film Empat Musim Pertiwi karya Kamila Andini resmi dipilih sebagai wakil Indonesia untuk kategori Best International Feature Film di Academy Awards ke-99 atau Oscars 2027.
Kabar membanggakan datang dari perfilman Indonesia. Film Empat Musim Pertiwi persembahan Forka Films resmi terpilih untuk mewakili Indonesia di ajang Academy Awards (Oscars) 2027.
Film yang ditulis dan disutradarai Kamila Andini, serta diproduseri Ifa Isfansyah, tersebut akan diajukan dalam kategori Best International Feature Film.
Keputusan tersebut ditetapkan oleh Komite Seleksi Oscars Indonesia (The Indonesian Oscars Selection Committee/IOSC) dalam rapat pleno pada Senin, 14 September 2026.
Sebelumnya, seluruh film unggulan menjalani proses penilaian serta penayangan khusus di Bioskop XXI Senayan City, Jakarta.
Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI) menjadi Pelaksana Resmi Seleksi Oscars Indonesia 2026, dengan Deddy Mizwar sebagai Ketua Pelaksana.
Empat Musim Pertiwi Tembus Festival Film Internasional
Sebelum terpilih menjadi wakil Indonesia di Oscars, Empat Musim Pertiwi telah lebih dulu mencatat perjalanan internasional.
Film ini melakukan world premiere di Toronto International Film Festival (TIFF) 2026 melalui program Centerpiece.
Selain itu, Empat Musim Pertiwi juga akan diputar di Busan International Film Festival (BIFF) 2026.
Pemutarannya di Busan berlangsung bertepatan dengan tanggal perilisan film di bioskop Indonesia, yakni 8 Oktober 2026.
Film ini juga telah resmi terpilih untuk tampil di Tokyo International Film Festival (TIFF) 2026 pada akhir tahun.
Bagi penonton Indonesia yang ingin menyaksikan film ini lebih awal, Empat Musim Pertiwi akan hadir dalam pemutaran terbatas selama tujuh hari, mulai 22-28 September 2026.
Kamila Andini: Tentang Kepulangan dan Bagian Diri yang Hilang
Produser Ifa Isfansyah mengungkapkan kebanggaannya atas terpilihnya Empat Musim Pertiwi sebagai wakil Indonesia di Academy Awards.
Menurut Ifa, film ini memiliki akar yang kuat pada pengalaman Indonesia, tetapi tetap membawa persoalan yang dapat dipahami secara universal.
“Kami sangat bangga Empat Musim Pertiwi akan mewakili Indonesia di Academy Awards.
Sebagai sutradara, Kamila Andini membuat film ini sangat bernuansa Indonesia dalam latar dan perspektifnya, sekaligus berbicara tentang pengalaman universal mengenai trauma, ketangguhan, dan pencarian tempat pulang.”
Kamila Andini juga mengaku merasa terhormat film garapannya dipercaya membawa nama Indonesia ke ajang Oscars.
“Saya merasa sangat terhormat film Empat Musim Pertiwi akan mewakili Indonesia di ajang Academy Awards.
Film ini bercerita tentang kepulangan, tidak hanya ke suatu tempat, tetapi ke bagian-bagian dari diri kita yang terpaksa harus kita tinggalkan.”
Ia menambahkan bahwa film ini berakar kuat pada Indonesia, tetapi mengangkat pertanyaan yang lebih luas mengenai trauma, ingatan, kekerasan, dan penyembuhan.
Kisah Pertiwi yang Pulang Setelah 20 Tahun
Empat Musim Pertiwi dibintangi oleh Putri Marino, Arya Saloka, Christine Hakim, dan Hana Malasan.
Film ini mengikuti kisah Pertiwi, diperankan Putri Marino, yang akhirnya kembali ke kampung halamannya setelah 20 tahun.
Namun, kepulangannya ternyata tidak disambut hangat.
Warga bahkan keluarganya sendiri enggan menerima kehadiran Pertiwi.
Hanya Mak Ira yang diperankan Christine Hakim dan Bisma yang diperankan Arya Saloka yang menyambutnya.
Bagi Pertiwi, pulang berarti kembali berhadapan dengan masa lalu yang pernah membawanya hingga ke balik jeruji penjara.
Namun kali ini, ia tidak pulang untuk melarikan diri.
Pertiwi datang untuk menghadapi empat musim dalam hidupnya yang pernah membuat dunianya gelap, sebelum perlahan menemukan jalan untuk kembali mekar dan menuju cahaya.
Perjalanan Internasional Kamila Andini
Terpilihnya Empat Musim Pertiwi sebagai wakil Indonesia untuk Oscars 2027 kembali memperkuat perjalanan internasional Kamila Andini.
Sebelumnya, film Yuni (2021) melakukan world premiere di Toronto International Film Festival dan memenangkan Platform Prize. Film tersebut kemudian dipilih sebagai perwakilan Indonesia untuk Academy Awards.
Sementara itu, Before, Now & Then (Nana) melakukan world premiere dalam kompetisi Berlinale. Film tersebut juga mengantarkan Laura Basuki meraih Silver Bear untuk kategori Pemeran Pendukung Terbaik.
Melalui Empat Musim Pertiwi, Kamila kembali membawa karya sinema Indonesia ke sejumlah festival film internasional bergengsi, termasuk Toronto, Busan, dan Tokyo.
Film ini juga telah mendapatkan nominasi untuk kategori Sinematografi Terbaik di Asian Pacific Screen Awards 2026.
Hadir sebagai Ko-Produksi Internasional
Empat Musim Pertiwi diproduksi oleh Forka Films dan menjadi proyek Co-produksi internasional yang melibatkan mitra kreatif serta produser eksekutif dari sejumlah negara.
Kolaborasi tersebut melibatkan Indonesia, Prancis, Belanda, Norwegia, Polandia, Arab Saudi, dan Singapura.
Sementara itu, penjualan internasional film ditangani oleh Goodfellas, perusahaan sales berbasis di Paris yang dikenal menangani berbagai film auteur dari sejumlah negara.
Kini, perjalanan Empat Musim Pertiwi berlanjut dengan membawa nama Indonesia menuju Academy Awards 2027.
Empat Musim Pertiwi tayang di bioskop Indonesia mulai 8 Oktober 2026.
Jangan lewatkan kisah Pertiwi saat Ia kembali menghadapi masalalu dan mencari jalan untuk kembali pulang.




